KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Warga Kota Ambon dibuat gempar insiden daging ayam penuh belatung di Rumah Makan (RM) Ayah TM, di kawasan Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Jumat 21 Januari 2022 pekan kemarin.
Insiden menjijikkan itu terjadi ketika salah satu warga Kota Ambon, yang datang makan di RM yang terkenal dengan ciri khas masakan asal Padang itu.
Saat memesan satu porsi makanan lauk daging Ayam, dia kaget dan hampir muntah saat melihat hidangan lauk daging Ayam yang disuguhkan terdapat belatung didalamnya.
Sontak hal itu diabadikan menggunakan kamera video telepon seluler, dan menjadi viral di media sosial, baik Facebook, WhatsApp, Tik-tok dan lainnya.
Akibat dampak perbuatan RM Ayah TM, yang tidak memperhatikan kualitas menu makanannya, sehingga membuat pengunjung semua rumah makan khas Padang di Kota Ambon, sepi pembeli sejak beberapa hari terakhir pasca insiden Ayam Belatung.
Ketua Perhimpunan Usahawan Rumah Makan/kopi Se Maluku (Purmakom) Sulaiman Latupono, Minggu (23/1) kemarin menyatakan, pihaknya menyesali kejadian di RM Ayah TM.
“Tapi dalam peristiwa tersebut, itu bukan kewenangan kami. Kalau ada pihak-pihak yang merasa dirugikan dan ingin melakukan proses hukum terhadap kejadian itu, silahkan saja,”katanya.
Menurutnya, insiden menjijikkan di RM Ayah TM bersifat individu. Pasalnya, rumah makan tersebut tidak masuk dalam kelompok atau organisasi Ayah.
Penggunaan merek dagang Ayah yang ada pada RM Ayah TM, diambil secara sepihak tanpa meminta ijin pemilik paten. “Ini kan sudah di patenkan. Tanpa persetujuan, dia gunakan saja merek dagang Ayah,”ujarnya.
“Makanya ini membuat kami gerah. Bagaimana tidak, insiden ayam belatung, nanti orang berpikir semua rumah makan Ayah seperti itu. Padahal tidak, itu dia sendiri. Dan dia bukan termasuk dalam kelompok RM Ayah di Kota Ambon atau Maluku,”tegasnya.
“Anggota kami yang menggunakan merek dagang Ayah sangat dirugikan dengan insiden ayam belatung. Pemerintah Kota Ambon, lewat Disperindag harus tegur keras pemiliknya, agar tidak gunakan merek dagang Ayah,”tambahnya.



























