“Saat menghampiri pelaku, rekan korban lalu melontarkan pukulan hingga pelaku terjatuh diatas aspal dan kemudian melarikan diri dan tersisa korban,” jelasnya.
Saat terjatuh, korban hendak memukul ulang pelaku, namun pada saat hendak memukul, pelaku langsung mencabut badik dari sisi celananya dan menikam korban sebanyak satu kali tepatnya mengenah pada paha sebelah kanan hingga korban tersungkur.
“Dan pelaku langsung menyerahkan pisau kepada Anggota TNI-AD yang sementara bertugas di Pos Pam Mardika.
Sementara berdasarkan keterangan rekan pelaku, Jais Samalo dan Zakaria Kakiay, Zakaria saat itu hendak pulang dan jalan melintasi kawasan Mardika. Lalu Zakaria melihat Jais Samalo sedang beradu mulut dengan pelaku.
Setelah ditanya, Jais mengaku kalau pelaku ingin mencuri handphone dan hendak menikam Jais dengan pisau. Mendengar penjelasan Jaiz, Zakaria dan Jais langsung memukul pelaku hingga terjatuh.
Pelaku lalu mencabut badik yang disimpan di pinggangnya dan menunjukan ke arah Zakaria dan Jais. Melihat badik, kedua rekan korban itu langsung berlari.
Ketika melihat ke belakang, ternyata korban sudah tersungkur penuh darah karena ditikam pelaku.
Dari kejadian itu, lanjut Juru Bicara Polresta Ambon itu, Apsar tak langsung meninggal di tempat kejadian perkara, tapi beberapa jam kemudian setelah dilarikan ke rumah sakit Alfatah Ambon.
Karena banyaknya pendarahan, membuat nyawa pria 19 tahun itu tak dapat tertolong. Kini polisi sudah mengamankan pelaku beserta dengan barang bukti yang dipakai pelaku untuk menikam korban.
Sementara korban saat ini masih berada di RS Al-Fatah Ambon dan direncanakan jenazah korban akan diotopsi sesuai dengan permintaan pihak keluarga korban. (KTY)



























