Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

PKL : Seperti Tidak Punya Wakil Rakyat

badge-check


PKL : Seperti Tidak Punya Wakil Rakyat Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Gedung Putih, Pasar Mardika Kota Ambon, akan dibongkar, Kamis (24/6) hari ini. Menolak direlokasi Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL), melakukan aksi “Nginap” di lapak masing-masing, Rabu (23/6) malam.

“Aksi menginap malam ini, merupakan wujud dari akumulasi kekecewaan terhadap Pemerintah Kota, dan DPRD Kota Ambon,” kata Hijrah, salah satu pedagang, kepada Kabar Timur, di Mardika, Rabu Malam.

Para pedagang ini menilai, kepentingan revitalisasi Gedung Putih, yakni relokasi sangat tidak menguntungkan mereka. PKL ini mengaku, para Wakil rakyat di DPRD Kota Ambon, sangat tidak berguna.

“Kita seperti tidak punya Wakil rakyat. Para bapak dewan, hanya memberikan janji-janji. Tapi pada saat mau penggusuran dan belum ada kejelasan tentang relokasi, mereka menghilang, ” ujar Hijrah.

Ratusan PKL yang sebagian besar adalah pedagang Sembako dan bumbu masak itu, menolak pergi dari pasar tradisional Kota Ambon lantaran, tidak ada kepastian dari Pemerintah Kota.

“Sampai sekarang, kita belum dapat kejelasan akan direlokasi ke mana. Sebab kalau ke Passo kita tidak mau. Pemerintah Kota, melalui Walikota, telah berjanji akan menempatkan kita di Taman Viktoria, tapi belum ada kepastian sampai sekarang, ” paparnya.

Sementara, pedagang lainnya seperti Hamid mengatakan, DPRD Kota Ambon hanya memberikan janji palsu.”Besok (hari ini) sudah ada kabar pembongkaran, tapi DPRD ini mereka tidak ada upaya untuk memperjuangkan nasib kami, “ujarnya.

Mereka mengaku, walaupun pihaknya akan tetap bertahan walaupun sudah ada alat berat yang ingin datang menggusur, seluruh lapak. ” Kita akan berdiri dan palang. Sebab, kita butuh kejelasan, “paparnya.

“Intinya kita butuh kejelasan. Kita akan tetap memperjuangkan tempat ini, sampai ada kepastian bahwa sudah ada tempat relokasi, yang benar-benar tidak merugikan kami pedagang,” jelasnya.

Salah satu indikator lainnya yang membuat pedagang enggan meninggalkan lapaknya, adalah tarif berbayar yang diberikan Pemkot Ambon, sebelum memasuki lapak sementara.

“Kami harus membayar mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 3 juta untuk masuk ke lapak baru. Kami ini pedagang kecil, jelas merasa kesulitan dengan syarat tersebut. Kalau mereka yang pedagang besar mungkin bisa, tapi kami?, “tandasnya. (KTE)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

15 Hari di Luar Daerah per Bulan: Pemerintahan KKT Dinilai “Jalan Setengah Mesin”, DPRD Didesak Ambil Sikap

25 Juli 2026 - 20:17 WIT

Pelni Ambon & Tim Gabungan Perketat Pengawasan Kapal dari Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Barang Terlarang

22 Juli 2026 - 21:30 WIT

BKKBN Maluku & Muslimat NU Bergandengan, Ubah Edukasi Stunting Jadi Aksi Nyata Lewat “Ibu Asuh”

21 Juli 2026 - 20:33 WIT

Ini Strategi Pemprov Maluku di Blok Masela Biar Putra Daerah Tak Cuma Jadi Penonton

21 Juli 2026 - 20:21 WIT

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Trending di Maluku