KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku kembali menaruh perhatian atas proyek yang dikerjakan dengan menggunakan dana pinjaman PT SMI.
Kali ini, fokus DPRD terarah ke proyek pengerjaan air bersih pada beberapa desa di Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).
Wakil Ketua DPRD Maluku, Azis Sangkala mengatakan, fisik proyek air bersih di Pulau Haruku telah selesai dikerjakan. Sayangnya, anggaran yang digelontorkan tidak sebanding dengan hasil yang ada. Proyek ini bahkan kini mangkrak.
“Nah, kami minta agar Dinas PUPR Maluku dan kontraktor bisa secepatnya menuntaskan pekerjaan ini. Prinsipnya, kami di DPRD akan selalu mengawasi anggaran yang bersumber baik dari APBD maupun APBN,” kata Sangkala kepada wartawan di Gedung DPRD Maluku, Selasa (8/6).
Menurutnya, waktu kerja untuk pihak ketiga hanya sampai pada Juli 2021 mendatang. DPRD mintakan agar disisa waktu yang ada, PUPR dan kontraktor busa benar-benar serius dalam pengerjaannya sehingga masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari proyek tersebut.
“Anggarannya khan Rp 12 miliar lebih. Jadi, cepat diselesaikan agar supaya masyarakat bisa mengambil manfaat dari proyek ini,” pintanya.
Politisi PKS itu mengaku, masyarakat sampai sekarang masih bertanya-tanya perihal pekerjaan proyek air bersih Haruku. Pasalnya, anggaran yang keluar sudah terbilang besar tapi fisik di lapangan masih jauh dari harapan.
“Setiap anggaran yang keluar harus benar-benar terpakai sehingga masyarakat pun tidak menaruh curiga yang bukan-bukan untuk pemerintah,” pungkas dia. (KTY)


























