Sekilas Info

KMP Terubuk Berhasil Evakuasi Kendaraan ke Ambon

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON- Setelah berhasil menyelamatkan penumpang secara darurat di tepian pantai Gemba (Pulau Seram), tadi malam, KMP Terubuk, kini berhasil mengevakuasi puluhan kendaraan bermotor di Pelabuhan Hunimua, Desa Liang (Pulau Ambon), Jumat (3/1).

Kendaraan bermotor berhasil dievakuasi setelah ABK mampu mengatasi kebocoran di lambung kiri kapal. Evakuasi juga menyusul kondisi cuaca di Pelabuhan Ferry penyeberangan punghubung Pulau Seram dan Ambon mulai membaik.

Kendaraan sepeda motor yang selamat berjumlah 19 unit, 7 unit mobil roda empat, 2 unit pengangkut barang, dan 5 unit truk beroda enam.

"Pukul 07.10 WIT bertolak dari Pelabuhan Waipirit. Pukul 09.08 WIT tiba dan melakukan evakuasi kendaraan yang ada di atas kapal," ungkap Kepala Basarnas Ambon, Muslimin, kepada wartawan.

Untuk puluhan penumpang yang berhasil diselamatkan sejak semalam, sudah dievakuasi oleh KMP Inalika yang kebetulan bersandar di Pelabuhan Waipirit, pukul 09.20 WIT.

"Kalau penumpang sudah dievakuasi KMP Inalika yang kebetulan bongkar muat tadi. Karena cuaca sudah baik, para penumpang sudah dibawa ke Pelabuhan Hunimua," tandasnya.

Sebelumnya, seluruh penumpang KMP Terubuk yang mengalami kebocoran usai dihantam gelombang saat hendak menuju Pelabuhan Hunimua (Pulau Ambon), Kabupaten Maluku Tengah, selamat dari maut.

"Kejadian pukul 19.10 WIT. Kami terima info 19.30 WIT, dan sudah dievakuasi. Intinya potensi SAR yang ada di sana sudah beraksi dan semua penumpang selamat," ungkap Kepala Basarnas Ambon, Muslimin, kepada Kabartimurnews.com, Kamis malam (2/1).

Berdasarkan info yang diterima, Muslimin mengaku kebocoran terjadi saat kapal naas itu bersandar di Pelabuhan Waipirit (Pulau Seram), Kabupaten Seram Bagian Barat. Kapal diduga terbentur dermaga setelah dihantam gelombang.

"Pengaruh kebocoran (sehingga kapal turunkan penumpang di pesisir pantai), dan info penyebabnya pada saat di dermaga terjadi benturan karena cuaca. Saat itu angin dan gelombang," terangnya.

Kebocoran diketahui setelah kapal hendak menuju Pelabuhan Hunimua. Nahkoda kemudian bergegas mengandaskan kapal tak jauh dari Pelabuhan Waipirit atau sekitar Desa Gemba.

"Semua penumpang selamat. Mereka menggunakan livecraf (perahu karet tanpa mesin)," ujarnya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga