Sekilas Info

Polisi Mulai Kejar Massa Ketua Peradi Ambon

Ilustrasi

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON- Pemeriksaan sejumlah saksi dalam kasus ancaman pembunuhan Pemimpin Redaksi (Pimred) Harian Kabar Timur, Ongkie Anakoda telah dilakukan. Kini, penyidik Satreskrim Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, mulai mencari atau mengejar massa pengancam itu yang diduga suruhan Daniel Nirahua alias Dani, Ketua Peradi Kota Ambon.

Massa pengancam pembunuhan dan pembakaran Kantor Kabar Timur di Jalan Mutiara Nomor 3 Mardika, Kota Ambon, Senin (21/10) sore lalu, diketahui merupakan keluarga Dani. Diantara mereka, ada juga terekam kamera sejumlah pengacara yang terlibat. Mereka merupakan anak buahnya Dani. Bahkan, salah satu dari massa anarkis itu juga mengaku sebagai paman atau bapak bonso Dani.

Kasat Reskrim Polresta Ambon AKP Gilang Prasetya mengaku, pelaku pengancam pembunuhan dan pembakaran kantor media koran dan online Kabar Timur itu, kini mulai dikejar berdasarkan ciri-ciri yang sudah dikantongi dari para saksi.

"Masih proses penyidikan. Saksi pelaku juga sudah kita periksa, tapi kita masih cari orang yang sesuai dengan apa yang disampaikan," kata Gilang kepada Kabar Timur di Markas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kota Ambon, Senin (18/11).

Pengejaran terhadap pelaku pengancam pembunuhan dan pembakaran kantor Kabar Timur dilakukan, karena para saksi korban tidak mengetahui nama mereka.

"Karena korban tidak tahu siapa namanya. Tapi tahu ciri cirinya, masih kita cari," tandasnya.

Untuk diketahui, kasus pengancaman dan pembunuhan itu terjadi setelah munculnya nama Dani terkait pemberitaan seputar kasus pembobolan dana nasabah BNI Ambon. Tersangka utama kasus itu merupakan istri Dani yakni Farradhiba Jusuf.

Massa Dani mengamuk karena tidak terima jika Farradhiba disebut sebagai istri siri dari Dani. Mereka juga tidak menerima jika harta kekayaan Dani merupakan kepunyaan Fara, istrinya tersebut.

Tidak terima dengan pemberitaan itu, puluhan massa yang mengaku keluarga Dani lantas menyerang dua kantor media massa di Kota Ambon. Di hari yang sama itu, mereka menggeruduk kantor Harian Siwalima di lorong Mayang, Jalan Diponegoro. Dari sana, mereka kembali menuju Harian Kabar Timur di Jalan Mutiara, Mardika.

Kasus ancaman pembunuhan terhadap pemimpin redaksi dan pembakaran kantor media harian Kabar Timur itu kemudian menjadi atensi Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Kasus ini resmi dilaporkan ke polisi esok hari pasca pengancaman terjadi. Tak lama dilaporkan, kasus tersebut kemudian naik status dari penyelidikan menjadi penyidikan. (CR1)

Penulis:

Baca Juga