Sekilas Info

Mantan Direktur PDAM MBD Dibui

Ist

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON-Tim pidsus terdiri dari Sudarmo Tuhulele dan Taufik, dikomandani Kasipidsus Kejari MBD Arjely Pongbanni Selasa  kemarin menggiring mantan Direktur PDAM Kabupaten MBD Jansen Leunupun (67), dibui alias di “hotel prodeo” Rutan Waiheru Ambon.

Jansen jadi tersangka perkara dugaan korupsi dana penyertaan modal daerah untuk perusahaan air minum milik daerah tersebut sebesar Rp 5 miliar.

Dana sebesar itu awalnya dikucurkan Pemkab MBD tahun 2013 sebagai penyertaan modal daerah untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten MBD. Dan mulai dikelola Jansen tahun 2014. 

Namun dalam perjalananny hingga tahun 2016 atau baru tiga tahun berjalan pengelelolaan dana mulai kacau. Bahkan dari dana itu, PDAM Kabupaten MBD tidak menghasilkan pendapatan bagi daerah. 

Memang ada penambahan nilai pada dana tersebut sebesar Rp 957 juta sejak dialokasikan, namun itu berasal dari bunga deposito. Alhasil Jaksa masuk melakukan penyelidikan setelah dana ini habis. 

Ditemukan laporan pertanggungjawaban yang dibuat tersangka secara asal-asalan. “Ada fiktifnya juga, ada barang yang tidak sesuai spek. Ada juga  kwitansi dibuat sendiri untuk laporan pertanggungjawaban,” terang Kasipidsus Kejari MBD Arjeli Pongbanni menjawab Kabar Timur di kantor Kejati Maluku, usai penanahan Jansen sekira pukul 15.45 Wit sore.

Yang menarik dari kasus ini, kata Arjeli, meski ada dana penyertaan modal daerah senilai Rp 5 miliar tapi anehnya masyarakat tidak bisa menikmati air dengan baik dari layanan PDAM. Air bersih harus dibeli dengan harga relatif mahal di Tiakur, ibukota Kabupaten MBD.

Lebih jauh soal modus korupsi di perkara ini, Kasipidsus Kejari MBD ini menolak untuk menguraikan rinnci. Sebab nanti hal itu baru diuraikan saat pembuktian di Pengadilan Tipikor Ambon.

Intinya, tandas dia, dari perkara yang dilakukan mantan Direktur PDAM Kabupaten MBD ini, kerugian negara yang terjadi mencapai Rp. 597.446.305 sesuai hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara.

Menurutnya, tersangka JL disangkakan dengan pasal 2 ayat (1) Undang-undang nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi atau pasal 3 UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. (KTA)

Penulis:

Baca Juga