Sekilas Info

Mantan Ajudan Wagub Pesta Sabu Divonis Ringan

VONIS 5 TAHUN: Mantan Ajudan Wakil Gubernur Maluku periode 2014-2019, Bripka Marcus Pattimapauw divonis lima tahun penjara serta denda Rp. 1 miliar oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon Kamis (25/7) karena terbukti melakukan tindakpidana narkotika golongan 1.

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Terbukti di persidangan memiliki dan menyimpan sabu-sabu dalam paket besar seberat 86 gram bahkan siap edar, mantan ajudan wakil gubernur Maluku ini hanya diganjar 5 tahun penjara.

Petrus Pattimaipauw digerebek petugas saat berpesta sabu di rumah dinas Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua yang ketika itu masih menjabat.

Majelis hakim yang dipimpin Hamzah Kailul hanya memvonis Pattimaipauw dengan pasal 112 UU.No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. "Setelah mempertimbangkan pembelaan penasehat hukum terdakwa, maupun keterangan saksi-saksi dan fakta hukum dalam pasal 112 UU No.35 majelis hakim menyatakan terdakwa Petrus Maipauw bersalah dan dijatuhkan hukuman pidana 5 tahun," cetus Hamzah Kailul yang didampingi Philip Pangalila dan Lucky Rombot Kalalo di persidangan, Kamis (25/7).

Vonis Hamzah Kailul Cs ini lebih ringan dari tuntutan JPU Kejari Ambon yang menyatakan terdakwa Petrus Pattimaipauw terbukti bersalah, dan meminta majelis hakim menghukum yang bersangkutan dengan pidana penjara 8 tahun. Atas vonis tersebut JPU Ester Wattimury menyatakan pikir-pikir.

Petrus  yang merupakan anggota Polri berpangkat Bripka ini selain digerebek petugas Ditresrenkoba Polda Maluku saat menggelar pesta sabu di kediaman dinas Wagub bersama dua PNS di lingkup juga kedapatan menyimpan dua paket sabu seberat 86 gram.

Dari fakta persidangan paket jumbo narkotika tersebut dikirim salah satu narapidana Lapas Cipinang, Jakarta. Diduga kuat napi itu memiliki jaringan narkotika di Kota Ambon.

Terungkap di persidangan, Petrus dihubungi napi itu agar membungkus paket ukuran kecil yang dikirim. Hasilnya 25 paket kecil sabu siap edar. Tapi petugas keburu menangkap Petrus sebelum datang pembeli  mengambil barang haram ini dari tangannya.

“Belum diambil lagi oleh pembeli-pembeli itu, terdakwa ajudan wagub ini sudah dapat tangkap jadi bagaimana bisa?,” kata JPU Evie Hatu kepada Kabar Timur usai persidangan Bripka Petrus, Kamis 13 Juni lalu.

Namun ada fakta lain yang dinilai meringankan bagi terdakwa. Yakni keterangan saksi Andries Donald Wakanno alias Ando (39) yang ternyata kurir napi dari Lapas Cipinang tersebut. Di persidangan Andries mengaku terdakwa Petrus merupakan pengguna berat sabu-sabu. Hal itu terlihat dari beberapa pertemuan antara dirinya dengan Petrus di Jakarta, mereka berdua kerap mengkonsumsi sabu bersama.

Kebalikan dengan Petrus, Andries secara tak diduga diganjar hakim dengan penjara 20 tahun. Padahal tuntutan JPU hanya 4 tahun penjara. (KTA)

Penulis:
Photographer: Ruzady Adjis/Kabar Timur

Baca Juga