Sekilas Info

Sempat Trauma, 379 JCH Maluku Diterbangkan

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - 379 Jamaah Calon Haji (JCH) asal Maluku, sempat trauma, menyusul diketahui pesawat Garuda Airlaines yang ditumpangi, kembali setelah ada gangguan teknis. Beberapa diantaranya jatuh sakit dan ditangani medis di kabin pesawat. Kini, mereka telah kembali diterbangkan, Rabu (17/7).

Pesawat Garuda yang mengangkut ratusan JCH Maluku, ini memilih putar balik menuju Bandara Sultan Hassanudin, Makassar, Sulawessi Selatan, Selasa (16/7), malam. Pesawat berbalik saat mengudara selama kurang lebih 2 jam, hendak menuju King Abdul Aziz Airport, Jeddah, Arab Saudi.

Pesawat berlantai dua ini diketahui lepas landas dari Bandara Internasional Sultan Hassanudin, pukul 19.50 WITA. Belum diketahui penyebabnya hingga mengalami gangguan teknis. Tapi berdasarkan informasi yang diterima Kabar Timur, pesawat ini mengalami gangguan pada sistem hidroliknya.

Gangguan hidrolik terjadi saat pesawat jenis Airbus itu sedang melintas di atas Pulau Kalimantan. Tak mau mengambil resiko, pilot pesawat langsung memberikan pengumuman terkait kendala yang sedang dihadapi. Pesawat berhasil mendarat di Bandar Udara Sultan Hasanudin, pukul 23.35 WITA.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Fesal Musaad, yang dikonfirmasi Kabar Timur melalui telepon genggamnya kemarin, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dia mengaku, pesawat yang kembali itu membawa JCH dari Kelompok Terbang (Kloter) 14.

Kloter 14 ini terdiri dari 379 JCH asal Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Seram Bagian Timur (SBT) dan Kota Tual. Untuk menutupi kekosongan pesawat, maka ditambah dengan 80 orang JCH asal Makassar. “Iya betul (pesawat balik). Nomor penerbangan saya tidak tahu persis. Tapi yang jelas (pesawat garuda yang mengangkut) adalah kloter 14,” ungkap Fesal.

Menurutnya, Kloter 14 merupakan rombongan terakhir dari JCH Maluku yang diberangkatkan menuju Jeddah. Kloter ini diberi nama Bhineka Tunggal Ika. Sebab, kloter tersebut merupakan gabungan dari Maluku dan Sulawessi Selatan.

“Saya kasih nama kloter ini Bhineka Tunggal Ika, karena terdiri dari JCH Kota Tual, SBB, SBT, ditambah dengan 80 orang dari Kota Makassar. Jadi kan multi kultur, etnis, dan bahasa. Mudah-mudahan mereka bisa menyikapi perbedaan itu dengan baik. Dan ini merupakan bagian dari ibadah,” imbuhnya.

Dikatakan, setelah pesawat kembali dan berhasil mendarat di Sultan Hassanudin, ratusan penumpang JCH tersebut diminta turun. Sebagian penumpang saat itu langsung drop secara mental. Beberapa diantaranya jatuh sakit.

“Mereka yang sakit langsung ditangani di kabin pesawat. Pesawat mendarat pukul 23.35 WITA, setelah bertolak dari Makassar pukul 19.50 WITA,” terangnya.

Fesal menyesalkan tragedi kembalinya pesawat Garuda Airlines yang mengangkut 379 JCH asal Maluku tersebut. Kembalinya pesawat itu membuat beberapa penumpang drop akibat kelelahan dan jatuh sakit. “Masukan kepada Garuda lebih mempersiapkan segala sesuatunya sehingga tidak terjadi hal-hal seperti begini,” pinta Fesal.

Kejadian tersebut, lanjut dia, sangat berpengaruh terhadap kondisi fisik JCH. Apalagi JCH umumnya berusia lansia. Bahkan, sebagiannya lagi baru perdana naik pesawat. “Ada beberapa yang sempat sakit dan dirawat di kabin pesawat, karena kelelahan, dan drop secara mental,” ungkapnya.

Peristiwa yang terjadi pada malam hari ini, menurut Fesal, sangat mengganggu kondisi JCH. Sebab, waktu dimana mereka harus bersitirahat dan tidur di dalam pesawat, dipakai untuk begadang setelah menerima pengumuman yang mengejutkan tersebut.

“Saat itu mereka (JCH) tidak panik. Apalagi kejadian pada waktu malam, dimana waktunya mereka harus tidur, terpaksa begadang. Ini sangat berpengaruh terhadap stamina JCH,” sesalnya.

Stamina JCH pasca kejadian itu, tambah Fesal, pasti terkuras. Bagaimana tidak, perjalanan yang ditempuh kurang lebih 9 jam tiba di Jeddah, terpaksa molor. “Kalau dia 2 jam (berangkat) kemudian balik dan berangkat lagi, ini kan makan waktu dan membuat JCH kelelahan. Harusnya Garuda lebih siap lagi,” pintanya.

Saat ini, Fesal mengaku JCH asal Maluku dan Makassar telah diterbangkan kembali menuju Tanah Suci. Mereka diterbangkan menggunakan pesawat Garuda pukul 06.00 WITA.

“Tadi sudah berangkat pukul 06.00 WITA. Saya tidak tahu apakah ganti pesawat atau tidak. Tapi yang pastinya mereka sudah kembali diterbangkan menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah,” tandasnya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga