KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Prahara atau kisruh internal Partai Golkar Maluku terus melebar. Sejumlah kader beringin desak DPP Golkar segera menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa atau Musdalub, “gulingkan” Said Assagaff dari kursi Ketua DPD Golkar Maluku.
Bekas Gubernur Maluku itu dinilai, tidak konsisten pimpin dan besarkan Partai besutan Airlangga hartarto itu. “Kami harap Musdalub dipercepat. Ganti Pak Assagaff dari kursi Ketua DPD Golkar,’’kata dua kader Golkar, Roni Sianressy dan Jauhari Oratmangun dihubungi Kabar Timur terpisah, kemarin.
DPD II Golkar se-Maluku, diminta segera usulkan Musdalub untuk gantikan Assagaff. Sianressy Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Kepulauan Tanimbar, meminta DPD II Golkar, menyurati DPP Golkar segera gelar Musdalub. “Golkar Maluku sudah berada diambang kehancuran. Organisasi partai mati suri,’’sebutnya.
Berdasarkan AD/ART Golkar, ingat dia, Musdalub dilakukan apabila didukung 1/2 DPD II Golkar ditambah 1 pimpinan DPD Golkar Maluku. “Kalau 10 DPD II Golkar dinonaktifkan memenuhi syarat digelar Musdalub. Jangan dikelabui Said Assagaff. Tidak mungkin dia (Assagaff) tidak tahu soal penonaktifan mereka. Saya sarankan minta DPP Golkar gelar Musdlaub,’’ terangnya.
Apalagi, lanjut Sianressy , Assagaff dan Sekretaris DPD Golkar Maluku, Ruland Tahapary, selama ini tidak berada di tempat atau berdomisili diluar Kota Ambon. “Ketua DPD Golkar Maluku saat ini domisili di Kota Makasar, Sekretarisnya di Jakarta. Selama ini hanya pelaksana ketua dan wakil-wakil sekertaris saja yang menjalankan roda organisasi,’’paparnya.
Lantas, jika Musdalub digelar, siapa kader Golkar yang didukung atau dijagokan, dia mengaku.’’Kalau beta (saya) pribadi dukung ketua DPD II Buru, Ramly Umasugi Bupati Buru,’’terangnya.



























