Sekilas Info

Ngebet Maju Pilkada Malteng, Sekda All Out Menangkan Zulkarnain

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Sisa masa jabatan Tuasikal Abua-Marlatu Leleury sebagai Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tengah masih tiga tahun lagi atau berakhir 2022. Jika digelar serentak, Pilkada Kabupaten Malteng berproses tahun 2024. Siapa yang bakal maju dalam Pilkada di kabupaten tertua di Maluku ini, mulai terlihat.

Rakib Sahubawa yang kini menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Malteng disebut-sebut bakal maju di pesta demokrasi lima tahunan itu. Rakib bersama empat pejabat lainnya kini masih mengikuti seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama atau Sekda Malteng.

Bakal majunya Rakib di Pilkada telah beredar luas di Malteng. Bahkan di beberapa kesempatan, Rakib sendiri yang melontarkan niatnya maju di pentas Pilkada kepada masyarakat di kabupaten berjuluk Pamahanunusa ini.

“Memang betul, beliau (Rakib) sudah mengatakan akan maju di Pilkada Malteng,” kata sejumlah warga di beberapa wilayah Malteng kepada Kabar Timur, kemarin.

Jika memutuskan maju, Rakib akan melawan penantang baru di gelanggang politik Malteng. Sebab Abua Tuasikal sebagai petahana akan mengakhiri jabatannya di tahun 2022 setelah memimpin Malteng selama dua periode atau 10 tahun.

Entah ada benang merahnya atau tidak, Abua seolah membuka jalan bagi Rakib untuk memenuhi keinginan politiknya. Abua telah memberikan “mandat” kepada Rakib untuk menangkan jagonya di pemilu legislatif 2019.

Rakib ditunjuk sebagai “jenderal lapangan” pemenangan calon anggota DPD RI daerah pemilihan Maluku, Zulkarnain Awat. Di pentas pemilu legislatif, Zulkarnain bukanlah orang baru. Dia pernah mencoba peruntungan sebagai calon anggota DPD RI, tapi gagal lolos dan menyisahkan salah satu penyelanggara (KPU) di Kabupaten Aru dipecat, lantaran mendongkrak suara yang bersangkutan.

Jejak Abua dan Zulkarnain terekam di Pilkada Malteng tahun 2017 lalu. Ketika itu atas andil Zulkarnain, Abua-Leleury yang kembali maju di Pilkada Malteng melawan kotak kosong. Perjuangan dan keberhasilan Zulkarnain yang mampu melobi pimpinan partai politik di Jakarta sehingga mayoritas rekomendasi Parpol memberikan dukungan kepada Abua-Marlatu hingga akhirnya menangkan Pilkada Malteng untuk kedua kalinya. Jasa Zulkarnain itu yang kini akan dibalas Abua untuk mengantarkan calon anggota DPD RI nomor urut 49 itu ke kursi senator di pemilu serentak 17 April 2019.

Ingin mengulang keberhasilan Abua-Marlatu mendapatkan rekomendasi parpol maju di Pilkada Malteng 2024, Rakib melalui tim pemenangan yang dibentuknya atas arahan Abua, bergerilya dari kampung ke kampung di wilayah Malteng untuk mengumpulkan suara bagi Zulkarnain. Hampir di setiap desa di Malteng, Rakib telah membentuk tim pemenangan, all out menangkan Zulkarnain. Tim pemenangan bentukan Rakib telah bergerilya sejak Desember 2018.

Jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Kabupaten Malteng sebanyak 319.576 suara, bukan perkara sulit bagi Rakib meraup suara terbanyak untuk mengantarkan Zulkarnain sebagai anggota DPD RI periode 2019-2024. Dan jika terpilih, Zulkarnain kabarnya akan memberikan garansi rekomendasi Parpol bagi Rakib untuk bertarung di Pilkada Malteng.

Isu Rakib “dibelakang” kerja politik untuk Zulkarnain bukan isapan jempol. Mayoritas wilayah Malteng di Pulau Seram didominasi spanduk dan baliho bergambar Zulkarnain. Baliho yang tersebar dan terpasang di desa-desa dipasang oleh tim pemenangan bentukan Rakib. “Mereka (tim pemenangan) pasang baliho Zulkarnain sejak bulan Desember 2018, ada juga yang Januari,” kata sejumlah warga di wilayah Malteng di Pulau Seram.

Bukan hanya menggerakan masyarakat untuk memilih Zulkarnain. Kabar tak sedap berhembus, Rakib dengan kewenanganya sebagai Plt Sekda diduga bakal menggerakan aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Malteng untuk mencoblos Zulkarnain. “Kalau yang itu beta dengar, tapi apakah itu (arahkan PNS pilih Zulkarnain) betul beta seng tau,” kata sejumlah warga di Masohi, kemarin.

Warga berharap, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Malteng tidak tinggal diam dengan sepak terjang Rakib dalam politik praktis untuk memenangkan Zulkarnain. “Informasi ini telah lama beredar, tidak tahu juga kenapa Bawaslu Malteng tidak bergerak mengusut dugaan keterlibatan Sekda sebagai tim pemenangan Zulkarnain,” ujar warga.

Sebagai PNS, warga mengingatkan Rakib tidak bermain politik untuk memenangkan calon anggota legislatif di Pemilu 2019. “Jangan karena ambisi maju Pilkada Malteng, segala cara dilakukan untuk memenangkan Zulkarnain,” kecam warga.

Lalu apa tanggapan Rakib atas informasi yang beredar terkait dukungannya untuk memenangkan Zulkarnain? Hingga berita ini dibuat, Rakib belum berhasil dikonfirmasi. (KT)

Penulis:

Baca Juga