KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Pembunuhan sadis yang dilakukan Nela alias NN di Desa Waelikut Kecamatan Waesama Kabupaten Buru Selatan (Bursel), hanya membutuhkan 14 gerakan. Adegan-adegan itu langsung merampas tiga nyawa warga setempat secara tragis.
Belasan adegan yang dilakoni tersangka keji itu dibuktikan melalui hasil rekonstruksi yang dilakukan penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Pulau Buru. Rekonstruksi yang berlangsung di rumah warga, tepatnya di belakang Kampus Ikra Buru, itu melibatkan Kejaksaan Negeri Namlea.
“Tadi (kemarin) kami lakukan Rekon (rekonstruksi) bersama jaksa. Ada 14 adegan yang diperagakan tersangka untuk membunuh korban,” ungkap Kasat Reskrim Polres Buru, AKP Senja Pratama kepada wartawan melalui selulernya, kemarin.
Senja mengaku, dalam rekonstruksi itu, tersangka dihadirkan langsung mengenakan rompi tahanan. Prosesnya dikawal ketat anggota Polres Buru bersenjata lengkap.
Menurutnya, rekonstruksi yang dilakukan untuk merampungkan berkas perkara tersangka sebelum dilimpahkan dalam tahap I kepada Jaksa Penuntut Umum. “Kita lakukan berdasarkan permintaan Jaksa. Ini juga bertujuan untuk merampungkan berkas perkara tersangka NN,” jelasnya.
Sekedar tahu, keluarga Nela alias NN tidak merestui istrinya. Istrinya akhirnya pulang ke rumah orang tuanya. Kemarahan NN memuncak ketika cintanya ditolak IS. Pria 37 tahun ini menjadi gelap mata dan nekat membunuh IS (18), FN (1) dan FP (7).



























