Sekilas Info

Pemerkosa Balita 2 Tahun di Malra Terendus

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Kasus pemerkosaan terhadap bocah perempuan berusia 2 tahun di Ohoi Uat Air, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Malra mulai ada titik terang. Sudah ada orang yang dicurigai kuat sebagai pelaku. Namun siapa inisial pelaku, Polres belum bersedia memberikan konfirmasi.

Kasatreskrim Polres Malra AKP Arief Budi Harso mengungkapkan pihaknya masih melakukan penyelidikan. Namun dia mengaku, sudah ada yang dicurigai kuat sebagai pelaku. Dan untuk mendukung kecurigaan Polisi tersebut, masih diperlukan bukti tambahan sebelum memastikan pelaku tersebut.

Ditanya apakah yang dicurigai pelaku itu adalah orang yang dikenal oleh korban ataukah OTK, Arief Budiharso enggan berkomentar. Ditegaskan, pihaknya harus mengumpulkan beberapa bukti lagi sebelum mengarah ke dugaan siapa pelaku pemerkosaan bocah tersebut.

“Yang dicurigai sih memang ada. Tapi nanti lah kita kumpul bukti-bukti itu dulu. Kalau salah, kita juga yang disalahkan,” akui Arief Budiharso dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (19/3).

Seperti diberitakan, bocah 2 tahun berinisial “N” diduga kuat diperkosa oleh OTK setelah Polres Malra menerima laporan anak hilang dari masyarakat pada 4 Maret lalu, sekira pukul 17.00 Wit sore, dan baru ditemukan dua jam setelah itu di pinggir jalan kurang lebih 1 Km jaraknya dari rumah korban sendiri. Namu korban ditemukan dalam kondisi miris, setelah diperiksa terdapat luka serius di bagian kemaluan korban.

Kapolres Malra AKBP Indra Fadhilla Siregar memastikan pihaknya akan mengejar pelaku perkosaan anak di bawah umur ini dan mengusut tuntas kasus tersebut. Tapi hal yang paling penting adalah memulihkan kondisi fisik maupun psikis korban yang masih jauh di bawah umur itu, sebelum Polisi meminta keterangan dari korban.

Di lain pihak Indra mengimbau masyarakat maupun pihak keluarga korban tetap tenang dan tidak mengambil tindakan yang bakal memicu instabilitas di daerah itu. “Kami harapkan masyarakat, khususnya keluarga korban tetap tenang dan tetap percayakan penyidikan kepada kami. Tidak perlu melakukan tindakan-tindakan yang mengganggu kamtibmas ataupun proses penyelidikan maupun penyidikan itu sendiri,” ujar Indra saat membesuk korban di RSUD Karel Satsuitubun bersama isterinya.

Dari sejumlah bahan dan keterangan yang berhasil dikantongi petugas Kapolres Indra memastikan pelakunya satu orang. Ini berdasarkan olah TKP maupun pemeriksaan sampel laboratorium yang diduga berasal dari pelaku dan menempel di tubuh korban. (KTA)

Penulis:

Baca Juga