Sekilas Info

Sopir Melkias Frans Dibebaskan

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Penyidikan Polisi atas kasus penganiayaan sopir pribadi Ketua Komisi A DPRD Provinsi Maluku Melkias Frans diduga hilang jalan alias kabur. Lima orang pelaku, kini berkeliaran padahal sebelumnya mereka meringkuk di sel tahanan Polsek Nusaniwe.

Kapolsek Nusaniwe Iptu Pieter Matahelumual dikonfirmasi, kemarin, tidak merespon panggilan telepon, demikian pula pesan pendek yang disampaikan kepadanya.

Dony Corneles Pattiasina 4 Januari 2019 lalu dikeroyok beramai-ramai oleh Aldo Muskitta Cs saat dirinya melarang pembangunan fondasi Puskesmas Benteng Atas di Kelurahan Benteng, Kecamatan Nusaniwe yang lahannya diklaim Dony milik bosnya, Melkias Frans. Akibatnya sopir Melkias Frans itu babak belur dengan luka robek di kepala, diduga akibat benda tumpul.

“Kenapa beta bilang pelaku bebas, karena sekarang kegiatan pembangunan Puskesmas jalan lagi. Empat pelaku ada kerja kecuali, Pede Melsasail,” ujar Dony sesal, Jumat kemarin.

Menurutnya sejak kasus ini diproses di Polsek Nusaniwe, lima pelaku ditetapkan tersangka oleh penyidik. Sesuai aturan biasanya pelaku ditahan di Polsek sambil menunggu proses penyidikan selesai, dan berkas pemeriksaan mereka diserahkan ke Kejaksaan.

Lima pelaku itu masing-masing Aldo Muskitta, Justus Alerbitu, Pede Melsail, dan Tani Ratuanik dan Jhon Lapatuwe.”Yang beta tau, biasanya kalau masa penahanan selesai 21 hari biasanya ada perpanjangan lagi. Tapi kok, para pelaku berkeliaran, ada apa?,” ujar Dony heran.

Kasus ini berawal dari larangan Dony Corneles terhadap kegiatan pembangunan fondasi Puskesmas Benteng 4 Januari lalu. Protes Dony Corneles berakibat pengeroyokan mengakibatkan Dony menderita bocor kepala dengan 21 jahitan sesuai visum dokter RSUD dr Haulussy telah dikantongi Polisi. Menurut Dony, Ketua RT dan isterinya menjadi dalang pengeroyokan tersebut.(KTA)

Penulis:

Baca Juga