Sekilas Info

3 Calon Komisioner KPU Lanjut Proses Seleksi

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Tiga calon anggota KPU Provinsi Maluku periode 2019-2024 akan melanjutkan proses seleksi pada akhir bulan ini.

Tiga calon komisioner penyelenggara pemilu itu adalah La Alwi, Almudatsir Zain Sangadji dan Engelbertus Dumatubun dinyatakan lolos tahapan tes tertulis dan psikotes.

Ketiganya merupakan hasil penjaringan tim seleksi sebelum diberhentikan KPU RI. Timsel yang diketuai Normawati diberhentikan saat seleksi memasuki tahapan pemeriksaan kesehatan. Sebelum Timsel diberhentikan, calon anggota KPU Maluku telah mengikuti tahapan administrasi dan tes tertulis dengan metode computer assisted test (CAT).

Seleksi komisioner dilanjutkan setelah KPU RI membentuk tim seleksi calon anggota KPU Provinsi Maluku periode 2019-2024 yang diketuai Amir Faisal Kotarumalos. Timsel baru yang dilantik 8 Februari 2019, kini telah membuka membuka pendaftaran calon komisioner KPU Maluku, 16-22 Februari 2019.

“Untuk pelamar yang baru silahkan lampirkan berkas ke sekretariat Timsel Maluku. Sementara peserta yang pernah mengikuti seleksi KPU beberapa bulan lalu, itu sedikit khusus. Mereka hanya datang untuk melapor dan menunggu tahapan tes tertulis,” kata Anggota Timsel KPU Maluku, Stevin Melay dihubungi Kabar Timur via seluler, Rabu (20/2).

Sesuai Peraturan KPU dan uraian tugas yang diberikan KPU RI kepada Timsel KPU Maluku yang baru, peserta yang sudah dinyatakan lolos pada seleksi lalu (Timsel sebelumnya) diwajibkan menunggu tahapan selanjutnya.

“Jadi ada tiga nama yang sudah lolos seleksi administrasi, CAT dan psikotes. Mereka adalah La Alwi, Almudatsir Sangadji dan Engelbertus Dumatubun. Ketiganya tinggal menunggu tahapan tes kesehatan dan wawancara,” jelasnya.

Setiap tahapan seleksi yang sudah dilewati peserta lama, tidak akan diulangi lagi oleh peserta yang bersangkutan. Timsel hanya tinggal mengoreksi apakah benar tahapan itu telah dilewati peserta atau tidak.

“Saya ambil contah. Pada seleksi yang lalu ada dua nama yang lulus CAT namun tidak lulus pada tes psikotes. Dua peserta ini nantinya menunggu (ikut) tahapan uji psikotes,” jelasnya.

Sementara untuk peserta lama yang lolos administrasi harus kembali mengikuti CAT dengan pendaftar baru yang dinyatakan lulus administrasi.

“Ini yang saya katakan ada sedikit kekhususan buat peserta lama. Mereka hanya datang untuk melapor di sekretariat Timsel KPU. Tidak lagi membawa dan memasukan berkas pendaftaran yang baru. Saat tahapan CAT mereka datang untuk mengikutinya,” tandasnya.

Timsel akan menjaring 10 nama calon anggota KPU Maluku untuk diserahkan ke KPU RI. 10 nama akan mengikuti uji kelayakan untuk hanya mencari lima nama yang benar-benar layak menjadi komisioner KPU Maluku periode 2019-2024.

Kata Melay, pada tahapan seleksi administras, nilai tambahan akan diberikan Timsel ke peserta. Setelah memeriksa dokumen peserta dan dinilai layak diberikan bobot nilai.

“Bagi teman-teman pendaftar baru yang akan mendaftar, mohon untuk lampirkan seluruh dokumen pendukung yang diuraikan di dalam curiculum vitae karena ada pembobotan di situ. Misalkan dia pernah jadi ketua KNPI harus ada Surat Keputusan ketua KNPI, atau pernah jadi ketua KPPS maka harus lampirkan SK KPPS, dan sebagainya yang berkaitan dengan pemilu,” paparnya.

Menanggapi isu yang berkembang bahwa proses ini hanya formalitas karena sudah ada calon “titipan” yang dijagokan bakal lolos seleksi, ditepis Melay. Dia meminta polemik tersebut dihentikan. Ditegaskan, Timsel KPU diangkat untuk melahirkan Komisioner KPU Maluku sesuai undang-undang dan PKPU serta petunjuk teknis.

“Jadi tolong ini semua dihilangkan. Siapa yang memenuhi syarat dan lolos maka itulah dia yang terbaik. Semua punya hak yang sama, tidak ada istilah anak emas. Kami tetap menjaga integritas sebagaimana sumpah jabatan yang kami lakukan,” tegas Melay. (MG3)

Penulis:

Baca Juga