Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Kasus DBD di Ambon Meningkat

badge-check


Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon Wendy Pelupessy Perbesar

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon Wendy Pelupessy

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Ambon selama Januari hingga awal Februari 2019 tercatat 25 kasus. Jumlah ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2018, hanya dua kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon Wendy Pelupessy mengatakan, dari 27 kasus BDB itu terbanyak di desa Lateri yakni enam kasus, dan menyebar di kawasan lain satu kasus, seperti di Kayu Putih Negeri Soya dan Halong.

“Warga yang terserang DBD umumnya anak-anak usia 2-10 tahun dan orang dewasa, sebagian penderita dirawat di rumah sakit dan di rumah,” kata Wendy di Ambon, Kamis (7/2).

Wendy menjelaskan, dari 27 kasus DBD itu, beberapa diantaranya dirawat di rumah sakit yakni RS Sumber Hidup, Rumah Sakit Al-Fatah, RS Dr Latumeten, RS Bhakti Rahayu dan RSUD M. Haulussy.

“Beberapa kasus yang terdata sebagian dirawat di RS tetapi ada juga? diperbolehkan rawat jalan dan yang dirawat di rumah, hal ini menjadi perhatian bersama untuk mewaspadai peningkatan kasus,” katanya.

Untuk mengantisipasi peningkatan kasus DBD, Pemkot Ambon juga telah mengeluarkan surat imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kebersihan lingkungan, seperti di rumah ibadah, sekolah maupun instansi pemerintah.

“Surat edaran tentang antisipasi DBD telah kita sebar ke masyarakat yang harus bisa berperan aktif dalam pencegahan DBD di masing – masing daerahnya, diantaranya dengan menjaga kebersihan lingkungan, agar terhindar dari penyakit tersebut,” kata Wendy.

Dinkes Ambon juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan gerakan 3M plus, yakni (Mengubur, menguras dan menutup dan Menimbun)

“Gerakan 3M plus merupakan gerakan bersama menjaga kebersihan di lingkungan tempat tinggal masyarakat, agar terhindar dari perkembangbiakan nyamuk penyebar penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD),” ujar dia.

Kata Wendy, tindakan preventif membersihkan lingkungan melalui gerakan 3M plus, yakni mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur, dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat.

Selain itu melakukan segala bentuk kegiatan pencegahan, seperti menaburkan bubuk abate, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, kelambu saat tidur, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk. (AN/KT)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Resmi Groundbreaking Blok Masela Dari Jakarta, Presiden: Ini Utang Saya ke Rakyat Maluku

16 Juli 2026 - 22:47 WIT

BP2JK Maluku Diduga Jadi Sarang Suap Tender Proyek Kontraktor “Kakap”

15 Juli 2026 - 22:26 WIT

BPJN Maluku Pastikan Preservasi Jalan Seram–Wailoping Jalan Sesuai Kontrak Multi Years Hingga Oktober 2026

15 Juli 2026 - 22:00 WIT

Polda Maluku Pastikan Keamanan Kunjungan Presiden ke Blok Masela

14 Juli 2026 - 22:53 WIT

Trending di Maluku