Sekilas Info

Pengunjung Sidang PN Ambon Baku Hantam

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Kericuhan terjadi di Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (10/1). Aksi baku pukul melibatkan dua kelompok massa usai sidang di halaman kantor Pengadilan Negeri (PN) Ambon.

Mereka tidak puas atas putusan kasus penganiayaan. Baku pukul terjadi usai jalannya sidang putusan perkara terdakwa Decky Tanasale, Raja Leinitu, Kecamatan Nusa Laut, Kabupaten Maluku Tengah.

Terdakwa penganiayaan divonis 1 bulan 8 hari oleh Majelis Hakim PN Ambon yang diketuai Hakim Syamsudin. Sidang yang dihadiri massa pendukung terdakwa dan juga korban itu mulai memanas saat terdakwa dan korban meninggalkan ruang sidang.

Saat itu, seorang yang diduga anak korban tiba-tiba melayangkan pukulan ke wajah salah seorang kerabat terdakwa. Aksi ini memancing amarah salah seorang pendukung terdakwa. Dia membalas dengan melayangkan pukulan ke wajah pria tersebut.

Keributan pun langsung pecah dan seketika suasana di halaman kantor PN Ambon menjadi tegang. Keributan tak berlangsung lama.

Beruntung, aparat kepolisian yang berada di lokasi kejadian langsung melerai kedua kubu dan segera menenangkan suasana. Namun perang mulut masih terjadi. Kubu terdakwa yang tidak terima dipukul masih menunggu di trotoar jalan depan PN Ambon dengan penuh emosi.

Kericuhan yang terjadi sempat menarik perhatian pengunjung lain di PN Ambon. Sejumlah aparat kepolisian mendekati salah seorang pria dari kubu korban untuk dibawa ke Polsek Sirimau yang berada tak jauh dari lokasi kejadian. Tetapi upaya polisi mendapatkan perlawanan dan terlibat adu mulut dengan sejumlah wanita dari kelompok korban.

Lelaki berkaos hitam dihadapan polisi sempat mengatakan bahwa dirinya tidak memukul, bahkan rekan perempuannya mengatakan kepada polisi bahwa rekan lelakinya yang berkaos hitam dicekik terlebih dahulu. Polisi kemudian membawa lelaki berkaos hitam dibawa ke Polsek Sirimau untuk meredam pertikaian.

Terpisah, Humas PN Ambon, Herry Setiabudi mengaku tidak tahu penyebab kericuhan karena terjadi di luar ruang sidang setelah sidang dengan agenda pembacaan vonis hakim terhadap terdakwa Decky Tanasale. “Itu di luar kompetensi kita karena (baku pukul terjadi) di luar ruang sidang,” kata Setiabudi.

Terdakwa Decky Tanasale didakwa atas perkara penganiayaan salah seorang warganya. Terdakwa divonis 1 bulan 8 hari oleh majelis hakim. Putusan ini lebih ringan dari tuntutan JPU Leonard Tuanakotta, 3 bulan penjara. (RUZ)

Penulis:

Baca Juga