KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Lima hari pasca bencana tsunami di Selat Sunda, satu orang warga kecamatan Teluti, Kabupaten Maluku Tengah belum ditemukan. Sementara dua orang yang meninggal dunia telah dimakamkan.
Tangisan keluarga dan kerabat mengiringi pemakaman Azis Assagaf dan Anwar Hanlau. Warga desa Tehua dan Wolu kecamatan Teluti ini menjadi korban gelombang tsunami yang menerjang pantai Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Sabtu (22/12) lalu.
Korban berada di kawasan pantai Anyer menghadiri acara arisan keluarga warga desa Wolu yang menetap di Jakarta. Beberapa warga asal desa Tehua yang tinggal di Jakarta juga ikut dalam acara keluarga desa bertetangga itu.
Tsunami di Selat Sunda akibat erupsi anak gunung Krakatau memporak-porandakan kawasan Pandeglang dan Serang, Banten, serta Lampung Selatan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Rabu (26/12) sebanyak 430 orang meninggal dunia.
Azis, bocah 8 tahun meninggal dunia setelah jasadnya berhasil ditemukan di kawasan pantai Anyer, Minggu (23/12) pagi. Jasad Azis telah dimakamkan di Bekasi, Jawa Barat, Senin (24/12). “(Azis) Sudah dimakamkan di Bekasi,” kata Ema Tehuayo yang ikut menghadiri pemakaman sepupunya, Azis.
Sementara Anwar Hanlua yang hilang diterjang tsunami, ditemukan tim gabungan Basarnas, Selasa (25/12). Jasadnya ditemukan setelah keluarga korban mengindentifikasi jasad korban dalam kantong jenazah yang dievakuasi di Puskesmas di wilayah Serang. Jasadnya Anwar telah dimakamkan keluarganya.
Abdurrahman Assagaf, warga Tehua yang menetap di jalan Rumakso No 59, Pondok Ranggon, Kota Bekasi masih hilang. Ayah dari Azis Assagaf yang ikut menjadi korban terjangan tsunami di pantai Anyer hingga kemarin belum ditemukan.
Sekitar 40 warga asal Negeri Wolu, Angos dan Tehua, Kecamatan Teluti yang tergabung dalam paguyuban Wolu di Jakarta menggelar arisan keluarga di pantai Anyer. Belasan diantaranya menderita luka-luka saat gelombang tsunami memporak porandakan pantai Anyer.
DOAKAN KORBAN TSUNAMI



























