Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Oknum Kepsek Cabul MTB Belum Diperiksa, Ada Apa?

badge-check


					ILUSTRASI Perbesar

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Dugaan kasus cabul oleh oknum Kepsek SD Seira Kecamatan Wertamrian yang dilaporkan ke Polres MTB ternyata bukan terjadi pada satu korban. Selain itu, ada hal lain yang lebih berbahaya, ternyata oknum Kepsek berinisial “GL” itu diduga mengidap kelainan seksual, para korban kerap mengalami kekerasan lebih dulu sebelum digarap oknum tersebut.

Bahkan dalam menjalankan aksi bejatnya, GL diduga ikut dibantu isteri barunya yang juga salah satu oknum guru SD. “Isteri baru itu dulu satu SD di Seira, tapi sekarang sudah pindah ke SD lain,” ungkap ibu korban, Ny Neny Ratwarat kepada Kabar Timur, Sabtu (15/12) melalui telepon seluler.

Sebelumnya Neny mengungkapkan, anaknya “YR” bukan satu-satunya korban kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh GL. “Masih ada korban lain, nanti tolong kirim WA untuk beta kirim video testimoni salah satu korban itu,” kata Ratwarat.

Anehnya, lanjut dia, menurut pengakuan terbaru dari YR ketika dipaksa berhubungan intim dengan GL, kedua tangan anaknya itu dipegang erat-erat oleh isteri GL tersebut. “Dia punya isteri bantu pegang “YR” pung tangan. Mustinya sebagai isteri dia harus cemburu, ini malah ikut bantu lagi. Ini khan bahaya, ini kelainan seks,” kata Neny Ratwarat.

Sekadar tahu saja, laporan kasusnya sudah disampaikan ke Polres MTB. Tapi sayangnya, Polres dinilai lamban membongkar kasus dugaan asusila yang berbahaya untuk masyarakat ini.

Visum dokter, kata Neny, belakangan diragukan oleh penyidik PPA Polres MTB. Bahkan diduga untuk mementahkan fakta yang terjadi, penyidik tiba-tiba mempertanyakan alibi korban saat aksi oknum GL terakhir dilakukan terhadap korban, 13 Oktober lalu.

“Beta ada dengar penyidik bilang korban seng ada di Desa Seira tanggal 13 Oktober itu. Beta pu anak malah dibilang gila. Semua ini beta pikir hanya supaya kasus ini seng diusut. Beta mau tanya langsung ke Kapolres MTB, ada apa?” kata Neny.

Sayangnya, Bripka Okto yang juga penyidik Satreskrim Bagian Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) belum berhasil dikonfirmasi. Terutama soal visum dokter yang disebut-sebut dipersoalkan oleh pihak penyidik. Berikut keluhan keluarga korban, kalau penyidik dinilai berupaya mengaburkan fakta dalam kasus ini.

Bripka Okto tak merespon pesan singkat yang dikirimkan Kabar Timur.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Lapas Ambon Perkuat Mental Spiritual Warga Binaan Selama Ramadhan

19 Februari 2026 - 11:42 WIT

Warga muslim di Leihitu Maluku Tengah puasa 1 Ramadhan Selasa

17 Februari 2026 - 20:42 WIT

Cetak Generasi Tangguh, Lanud Pattimura Gelar Persami KKRI 2026 bagi Pelajar Maluku

14 Februari 2026 - 19:19 WIT

Skandal UP3 Tanimbar, Dugaan Pelanggaran Prosedur Pembayaran Proyek Ratusan Miliar

7 Februari 2026 - 12:11 WIT

Maluku Raup Rp 6 Triliun dari Pajak Impor, Investasi Tembus Rp365 Triliun

6 Februari 2026 - 00:39 WIT

Trending di Maluku