Sekilas Info

Mayat Tanpa Kepala Diatas Pohon Dukuh

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Kondisi jenasah sudah tidak utuh. Tangan kanan dan kepala milik lelaki tak dikenal itu telah terlepas dari anggota tubuhnya. Sebagian besar jasadnya mulai kering kehitam-hitaman diatas ranting pohon dukuh. Mayat itu sudah dimakamkan warga Desa Waisili.

Warga Desa Waisili Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan (Bursel), dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat lelaki tak dikenal. Pria misterius itu ditemukan tewas dengan kondisi jenasah yang tak sempurna diatas pohon lansa milik Keluarga Labuesa Detek, Dusun Pancoran, petuanan Desa Waisili, Senin (26/11).

Berdasarkan penuturan sejumlah warga sekitar, penemuan mayat berawal ketika Fadli Sampulawa bersama istrinya Rosna Detek sedang berada di kebun. Mereka saat itu sedang membersikan rumput dan menebang pohon.

“Saat itu pasangan suami istri ini sedang membersikan kebunnya, tiba-tiba Rosna memanggil suaminya untuk melihat kepala yang ditemukan di kali pancoran,” kata Adi, salah satu warga setempat, Rabu (28/11).

Mendengar panggilan sang istri, Fadli mengikuti istrinya dan mengecek kebenaran terkait penemuan kepala manusia yang ditemukan istrinya tersebut. “Setelah diperiksa ternyata benar adalah tengkorak kepala manusia,” ucapnya.

Mendapati tengkorak kepala manusia, pasangan suami istri (pasutri) ini kembali ke rumah. Mereka melaporkan kepada warga dan Kepala Desa Waesili. Mendengar laporan pasutri tersebut, Kepala Desa melaporkan kepada aparat Polsek Waesama.

Bersama sejumlah warga sekitar, mereka menuju tempat kejadian perkara (TKP). Warga juga menemukan tangan kanan dan sebagian besar tubuh korban tanpa identitas itu di atas pohon. Jasad korban mengenakan pakai putih dan bercelana jens pendek berwarna biru.

“Jenazah di temukan dalam kondisi tergantung di pohon lansa. Setelah diangkat jenasah tersebut di bawah ke kantor Desa Waesili untuk di makamkan. Warga setempat sudah melakukan pemakaman kemarin (Selasa),” ungkap Kapolsek Waesama IPTU Junaidi yang dihubungi Kabar Timur dari Ambon, tadi malam.

Menurut Junaidi, hingga dimakamkan, identitas jasad itu tidak diketahui. Warga sekitar juga tidak mengenalinya. “Warga mengambil inisiatif untuk menguburkannya dengan layak,” tandasnya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga