Sekilas Info

Maurits Latumeten Divonis Bebas

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Laporan kontraktor Betty Pattikaihatu ke Polisi ternyata “nol besar” alias tak terbukti di pengadilan. Faktanya Pengacara Maurits Latumeten bersama kliennya Ekliopass Soplanit bebas murni di persidangan Pengadilan Negeri Ambon, Rabu, kemarin.

Majelis Hakim menyatakan dakwaan JPU baik pemalsuan surat penetapan eksekusi, pengancaman maupun perbuatan tak menyenangkan terhadap Betty oleh Maurits Cs ketika melakukan kegiatan proyek pembangunan perumahan PNS milik Pemprov Maluku di Desa Tawiri 13 September 2017 lalu tak terbukti.

Maurits dan kliennya Ekliopass alias Opass bebas, tapi rekan mereka Jacob Holle dalam perkara ini meninggal dalam masa tahanan.

“Kalau Maurits dan Opass bebas murni bukan tidak mungkin almarhum Jacob Holle juga bebas murni kalau hari ini beliau masih hidup,” ujar Ketua tim penasehat hukum Wendy Tuaputtimain kedua terdakwa kepada Kabar Timur usai persidangan di Pengadilan Negeri Ambon.

Jacob Holle ikut dilapor oleh Betty Pattikaihatu dengan dugaan pengancaman, ketika Maurits dan Opass menghadang aktifitas proyek Betty di lahan milik Opas di Tawiri 13 November 2107. Dalam amar putusannya kemarin Hakim Ketua AR Didi Ismiatun menepis semua pasal pidana yang dipakai Awaludin dalam perkara pokok. Yakni pemalsuan surat eksekusi, pengancaman maupun perbuatan tak menyenangkan.

“Pertama menyatakan pasal pokoknya tidak terbukti sehingga pasal-pasal lainnya itu juga tidak terbukti. Kedua menyatakan agar barang bukti dikembalikan kepada pemiliknya atau digunakan dalam perkara lain dan menyatakan terdakwa dibebaskan dari semua dakwaan jaksa penuntut umum,” tandas Hakim Ketua AR Didi Ismiatun ketika membacakan amar putusan terdakwa Ekliopass Soplanit.

Hal yang sama terhadap Maurits Latumeten. Didi Ismiatun yang didampingi Hakim Anggota Cristina Tetelepta dan Leo Sukarno itu meminta JPU membebaskan terdakwa dari semua tuntutan. “Pertama, menyatakan terdakwa Maurits Latumeten tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan melawan hukum sesuai pasal-pasal yang didakwakan oleh jaksa penuntut umum.

Kedua memerintahkan jaksa penuntut umum membebaskan terdakwa dari semua tuntutan,” tegas Didi Ismiatun.

Ekliopass Soplanit didakwa oleh Awaludin dengan pasal 263 ayat (2), pasal 264 ayat (2) pasal 310 ayat, pasal 335 KUHP dan pasal 6 PRP. Sementara Maurits Latumeten, pasal 263 (2), pasal 264 (2) dan pasal 335 ayat (1) KUHP. Semua pasal baik untuk Ekliopas maupun Maurits dinyatakan tidak terbukti. JPU Awaludin, setelah mendengarkan putusan majelis hakim menyatakan pikir-pikir apakah akan menempuh upaya hukum banding atau tidak.

“Yah tentu kita pikir-pikir, tunggu tujuh hari,” kata JPU Awaludin kepada Kabar Timur. (KTA)

Penulis:

Baca Juga