Sekilas Info

Penyidik Polsek Nusaniwe Dilapor Pengacara

Ilustrasi

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON-Kuatir kebiasaan Polisi merekayasa BAP perkara terjadi pada kliennya, pengacara Peniel Tupan SH melaporkan oknum penyidik Polsek Nusaniwe berinisial Bripka BF ke Propam Polda Maluku.  Bripka BF diduga hendak merekayasa fakta pengeroyokan terhadap kliennya, Vedsrol Silooy (40) warga dusun Westopong, Negeri Amahusu.

Peniel Tupan kepada Kabar Timur menjelaskan, indikasi oknum Polsek yang juga Kanit Reskrim Polsek Nusaniwe terlihat, ketika dirinya ingin mendampingi Vedsrool dalam pemeriksaan di Polsek. “Laporan sampai di Propam, Irwasda, Paminal Polda bahkan Komisi Kepolisian RI. Beta ditolak dampingi klien. Padahal fungsi pengacara itu supaya jangan ada intimidasi, lalu hak-hak klien diperoleh, dan yang paling penting jangan ada rekayasa Berita Acara Pemeriksaan, BAP,” paparTupan, Kamis (11/10).

Niat Tupan mendampingi Vedsrool, korban pengeroyokan Samy de Lima dkk, 22 September 2018 lalu itu tidak kesampaian. Padahal dirinya telah memperlihatkan surat kuasa dari Vedsrool Silooy.

Tapi oleh Kanit Reskrim Bripka BF, surat kuasa tersebut ditolak mentah-mentah. “Katanya kenapa mau intervensi pekerjaan Polisi? Itu bukan mau intervensi tapi tugas pengacara memastikan klien diperiksa sesuai haknya, antara lain bebas dari intimidasi,” terang Tupan.

Terpisah, Bripka BF ketika dimintai konfirmasi mengaku tidak memberikan ijin bagi Peniel Tupan mendampingi kliennya. Namun disesalkan hal ini terlalu cepat disampaikan ke media massa. “Sedikit-sedikit panggil wartawan. Jangan begitu lah, kita jalan sesuai tupoksi saja,” ujarnya ketus dihubungi melalui telepon seluler.

Bripka BF juga membantah pendapat Tupan soal pendampingan terhadap kliennya. “Beta larang untuk dampingi, karena Ini bukan pemeriksaan, masih meminta keterangan. Masih penyelidikan. Biar pun sudah pemeriksaan, toh tidak ada aturan pengacara harus dampingi,” jelas Bripka BF.

Pengeroyokan terhadap Vedsrol Silooy berawal ketika Vedsrol duduk-duduk bersama rekan-rekannya di pinggir jalan. Lalu datang melintas dengan sepeda motor Samy de Lima membonceng tiga anak kecil.

Diduga kuatir dicegat dan dihajar oleh Vedsrol Cs, Samy de Lima melarikan sepeda motor lebih kencang. Tapi laju kendaraan tak dikontrol, berakibat Samy jatuh dengan tiga anak kecil yang dibonceng.

Persoalan tambah rumit, karena para orang tua dari tiga anak kecil tidak terima. Bersama Samy de Lima, beberapa anggota keluarga tiga anak kecil tersebut balik ke dusun Westopong mencari Vedsrol.  Tak ayal Vedsrol dikeroyok hingga babak belur.

Pengakuan Vedsrol, dirinya punya persoalan pribadi dengan Samy de Lima. Tapi tidak terselesaikan. Ketika melihat Vedsrol dkk duduk di tepi jalan, diduga, itu penyebab Samy melarikan kencang-kencang sepeda motor yang juga ditumpangi tiga anak kecil  dan kemudian terjatuh,  sebelum dia kembali dengan keluarga anak-anak tersebut mengeroyok Vedsrol. (KTA)

Penulis:

Baca Juga