Sekilas Info

Danpos 731/Kabaresi Tewas Ditusuk

Ilustrasi

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON- Niat Sertu Achmad Affandi mengamankan pemabuk yang dikeroyok massa. Tapi pemabuk yang berhasil diselamatkan, itu balik menyerangnya menggunakan sebilah pisau hingga meregang nyawa.

Duka mendalam dialami jajaran Kodam XVI/Pattimura, khususnya Yonif 731/Kabaresi. Pasalnya, Sertu Achmad Affandi, Danpos Yonif RK 731/Kabaresi yang bertugas di Desa Gela, Kecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara, tewas ditusuk La Bota, orang yang telah diselamatkan. Korban meregang nyawa di RSUD Bobong, Maluku Utara, Minggu (7/10), pukul 23.53 WIT.

Belum diketahui pasti penyebab sehingga Achmad menghembuskan nafas terkahir. Namun diduga, Ia mengalami pendarahan hebat setelah perut sebelah kirinya mengalami luka tusuk sedalam 10 sentimeter, sehari sebelumnya.

Peristiwa naas itu berawal ketika korban bersama 4 anak buahnya sedang menjalankan tugas pengamanan. Mereka mengamankan acara syukuran (pesta) milik keluarga La Riko, Sabtu (6/10), malam. Saat bertugas, tiba-tiba terjadi keributan pukul 23.30 WIT. Kala itu, La Bota, pelaku penusukan sedang diamuk massa.

Insiden pengeroyokan itu kemudian berhasil dilerai oleh Satgas 731/Kabaresi. Pelaku yang diketahui sudah dipengaruhi minuman keras itu diamankan dengan cara dirangkul oleh korban. “Saat La Bota diamankan oleh Sertu Achmad Affandi dengan cara memeluknya, namun secara tiba tiba La Bota mengeluarkan badik dan menikam bagian perut Sertu Achmad Affandi,” ungkap Sumber terpercaya kepada Kabar Timur, Senin (8/10).

Menusuk Achmad Affandi, pelaku langsung melarikan diri. Sementara korban yang jatuh tergeletak mendapat pertolongan pertama oleh Takes Pratu Barnabas dan Bidan setempat. “Pukul 05.30 WIT Sertu Achmad dievakuasi menggunakan perahu (Longboat) ke Klinik milik PT. Adidaya Tangguh. Ia mendapat penanganan di klinik dengan jahitan sepanjang 10 cm di perut bagian kiri,” ungkap Sumber.

Sumber yang meminta namanya tidak disebutkan menyampaikan, setelah mendapat pertolongan di klinik, korban kemudian dievakuasi kembali. Rencananya Ia akan dibawa ke RSUD Luwuk untuk ditangani secara baik.

Untuk sampai ke RSUD tersebut, korban harus melalui beberapa wilayah salah satunya naik dari Pelabuhan Desa Lede. Dua jam berselang, korban dibawa menggunakan perahu menuju Bobong untuk menumpangi KM. Mutiara menuju Luwuk. “Tiba di Bobong kondisi korban semakin menurun. Sehingga korban di bawa ke RSUD Bobong untuk mendapat perawatan medis,” terangnya.

Akibat kondisinya yang terus menurun, Sertu Achmad Affandi tidak dapat lagi dievakuasi ke RSUD Luwuk. Beberapa jam kemudian, korban menghembuskan nafas terakhir di RSUD Bobong,” tandasnya.

Kemarin, jenasah almarhum kemudian dibawa menuju Sanana menggunakan speedboat milik Pemerintah Kabupaten Kepulauan Taliabu. “Perjalanannya sekitar 3 jam (tergantung ombak selama perjalanan). Jenasah akan di bawa ke rumah duka di Masohi Pulau Seram,” pungkasnya.

Kepala Penerangan Kodam Pattimura, Kolonel Arm Sarkistan Sihaloho menyampaikan, pelaku penusukan sudah berhasil diamankan. Kasus tersebut telah berada di tangan polisi. “Kasusnya masih diselidiki. Untuk pelaku, tadi malam (Minggu) sudah ditangkap dan diserahkan ke polisi,” kata Sihaloho.

Sihaloho mengaku bahwa korban akan disemayamkan di rumah duka yang berada di Amahai, Masohi, Kabupaten Maluku Tengah. “Saat ini Jenazah sudah di Waipirit, tunggu kapal fery untuk nyeberang, rencananya besok pagi jam 10.00 WIT, dimakamkan di Amahai,” tandasnya saat dihubungi Kabar Timur, sore kemarin. (CR1)

Penulis:

Baca Juga