Sekilas Info

Warga Labobar Diduga “Sekap” Empat Warga MBD

Ilustrasi

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON-Warga Desa Labobar, Kecamatan Wuarlabobar, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), diduga melakukan penyekapan terhadap empat warga, Desa Tomra, Kecamatan Leti, Kabupaten Maluku Barat Daya. Ini setelah ketika keluarga ingin membawa mereka pulang, warga setempat menghalangi.

Mereka disekap setelah terdampar dengan kapal motor di daerah itu sejak 2005 lalu. Empat warga Tomra dan satu warga yang belum diketahui namanya menjadi Anak Buah Kapal (ABK) salah satu kapal motor. Mereka adalah,  Thomas Baker, Thomas Petrus, Simson Serpiela, dan Salmon Minuk. Kapal motor yang belum diketahui namanya itu, berlabuh di pelabuhan Saumlaki untuk mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) ke MBD awal 2005 lalu.

Informasi yang beredar setelah mereka memuat BBM, kapal motor itu berlayar.  Beberapa mil dari Kota Saumlaki, Kabupaten MTB, kapal motor itu hilang kendali karena cuaca alam tidak bersahabat saat itu. Belum diketahui mereka terdampar bersama kapal motor di Desa Labobar atau mereka berenang meninggalkan kapal naas itu.

Hanya saja, keempat warga Tomra, diketahui keberadaanya di Desa Labobar, setelah salah satu warga Kota Saumlaki, Noor membeli hasil laut di Labobar  awal medio Juli 2018 lalu. Ketika itu, Noor sempat bertemu Salmon Minuk, salah satu dari empat ABK yang terdampar. “Bapak Noor saat itu bertanya kepada pak Salmon soal asal dan kenapa berada di Desa Laboar,’’kata Tedy Titirloloby, ipar dari Salmon, ketika dihubungi Kabar Timur, tadi malam.

Salmon menuturkan kepada Noor, kalau mereka berasal dari Desa Tomra dan mereka tinggal di Desa Labobar, karena kapal motor yang mereka bekerja terdampar karena cuaca alam. “Setelah dari Labobar, Pak Noor menemui saya di Saumlaki. Beliau bercerita kalau menemui pak Salmon di Desa Labobar,’’tuturnya.

Titirloloby menghubungi ipar mantunya di Desa Tomra. Dia mengabari kalau Salmon dan tiga warga Tomra berada di Desa Labobar. “Ketika itu saya minta foto Pak Salmon untuk diperlihatkan kepada Pak Noor. Pak Noor mengaku foto yang dikirim sama dengan orang yang ditemui di Desa Labobar,’’terangnya.

Tak hanya itu, ke-empat warga Tomra, diketahui keberadaanya  di Desa Labobar, tutur Titirloloby, pernah disampaikan Johanis Serandoma,salah satu anggota Polisi yang pernah bertugas di Desa Labobar. “Jadi memang, setelah kami mendapat informasi Pak Noor dan sebelumnya mendapat kabar dari Pak Serandoma, kami yakin keempat warga Tomra, berada di Desa Labobar,’’jelasnya.

Setelah mendapat informasi keberadaan empat warga Tomra di Desa Labobar, Titirloloby dan keluarga empat warga Tomra, Sardi Malewan, semakin yakin mereka di Desa Labobar. Mereka menyusun rencana menemui dan membawa pulang empat warga tersebut.

“Tanggal 3 Agustus 2018 lalu, saya dan ipar saya Sardi bertolak ke Lelanggluan. Dari Lelangluang kami ditemani 5 orang warga setempat menuju Desa Labobar,’’paparnya.

Titrloloby menuturkan, perjalanan dari Lelanggluang menuju Desa Labobar menumpang Speedboat, kurang lebih 2 jam. Hanya saja, jelas dia, ketika mereka tiba di desa itu, gelagat mereka sudah tercium warga setempat. “Sepertinya mereka telah mencium tujuan kedatangan kami ingin mengambil empat warga itu,’’kesalnya.

Padahal, lanjut dia, mereka berdalih kalau kedatangan mereka di Desa Labobar, sebagai kuli bangunan salah satu proyek infrastruktur di desa itu. “Tapi, mereka tidak percaya. Kami terus dicurigai,’’tandasnya.

Mereka kemudian menjelaskan kepada warga setempat tujuan mereka ke desa itu ingin menemui dan membawa pulang empat warga Tomra. Proses mediasi dilakukan melibatkan salah satu aparat TNI Angkatan Laut yang bertugas didesa itu. Hanya saja, warga setempat enggan menyerahkan empat warga Tomra. “Tapi, kami terus dihalangi menemui mereka. Kami curiga mereka di pelet untuk mempengaruhi pikiran mereka untuk tidak pulang ke Tomra,’’sebutnya.

Mereka akhirnya gagal membawa pulang empat warga Tomra. Namun, Malewan menegaskan, keluarga tidak tinggal diam. Mereka berencana kembali ke Desa Labobar untuk menjemput keluarga mereka, setelah berkordinasi dengan aparat Kepolisian. “Kita sementara di Saumlaki. Kita akan lapor ke Polres untuk membantu eksekusi keluarga kami,’’tegasnya.

Tak hanya itu, Malewan mengaku, keluarga korban sementara melakukan kordinasi dengan aparat Polres MBD untuk ikut membantu melakukan eksekusi terhadap empat warga Tomra. “Setelah kita lapor dan kordinasi dengan pihak Kepolisian, kita kembali ke Labobar menjemput keluarga kami untuk kembali berkumpul dengan keluarga di kampung,’’pungkasnya.

Dia berharap, ada perhatian  Pemkab MTB dan Pemkab MBD bersama aparat Kepolisian membantu melakukan evakuasi bagi empat warga Tomra. “Kami berharap ada perhatian serius pemerintah daerah untuk membantu kami,’’pungkasnya.

(KTM)

Penulis:

Baca Juga