KABARTIMURNEWS.COM.JAKARTA-Panggung politik Senayan kembali dikejutkan dengan rotasi jabatan yang sarat makna. Ahmad Sahroni, politisi Partai NasDem yang sempat “diasingkan” akibat badai kontroversi, resmi kembali menduduki kursi Wakil Ketua Komisi III DPR RI pada Kamis (19/2).
Kembalinya “Crazy Rich Tanjung Priok” ini menandai berakhirnya masa hukuman politik yang sempat melumpuhkan kariernya di kursi pimpinan.
Proses penetapan kembali Sahroni dipimpin langsung Wakil Ketua DPR RI Bidang Polhukam, Sufmi Dasco Ahmad.
Dalam suasana sidang yang ringkas namun padat, Dasco mengetuk palu persetujuan setelah menerima surat resmi dari Fraksi Partai NasDem Nomor F-NasDem/107/DPR RI/II/2026.
Sahroni resmi menggeser Rusdi Masse Mappasessu, sosok yang sebelumnya ditunjuk sebagai “pemegang takhta sementara” saat Sahroni dijatuhi sanksi berat tahun lalu.
Pergantian ini bukan sekadar rotasi rutin, melainkan sinyal kuat pulihnya kepercayaan partai dan parlemen terhadap Sahroni.
Mundur ke belakang, perjalanan Sahroni menuju titik ini tidaklah mulus. Pada akhir Agustus 2025, publik sempat diguncang oleh pernyataan kontroversial Sahroni yang dinilai mencederai perasaan rakyat.
Buntutnya, Partai NasDem mengambil langkah ekstrem dengan mencopotnya dari pimpinan Komisi III dan membuangnya menjadi anggota biasa di Komisi I.
Tak berhenti di situ, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI turut menjatuhkan vonis nonaktif selama enam bulan. Saat itu, DPP NasDem menegaskan bahwa tindakan Sahroni adalah penyimpangan terhadap perjuangan partai.
Namun, tepat setelah masa hukuman enam bulan tersebut tuntas dihitung, Sahroni seolah mendapatkan “tiket emas” untuk kembali ke habitat asalnya di bidang penegakan hukum.
Menanggapi pelantikannya, Sahroni tampil dengan nada bicara yang lebih rendah hati dan reflektif. Di hadapan rekan-rekan sejawatnya, ia menyampaikan apresiasi kepada MKD yang telah menyidangkan kasusnya dan berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik.
“Terima kasih untuk Pimpinan MKD yang telah menyidangkan saya. Mudah-mudahan saya menjadi lebih baik ke depannya,” ujar Sahroni sembari memberikan ucapan selamat memasuki Bulan Ramadhan kepada para kolega.
Kembalinya Sahroni ke posisi strategis ini dipastikan akan memicu sorotan tajam dari publik. Sebagai pimpinan komisi yang bermitra dengan institusi hukum seperti Polri dan Kejaksaan Agung, Sahroni kini memikul beban untuk membuktikan bahwa masa “semedi” politiknya selama enam bulan terakhir telah membuahkan perubahan karakter dan integritas.
Apakah kembalinya Sahroni akan memperkuat taring Komisi III, atau justru kembali memicu kegaduhan baru? Publik kini menunggu kiprah nyata dari sang pimpinan yang baru saja “turun gunung” ini. (AN/KT)