Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Nasional

Jaksa Agung Ultimatum Jaksa “Nakal” untuk Angkat Kaki!

badge-check


     Jaksa Agung Ultimatum Jaksa “Nakal” untuk Angkat Kaki! Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM.JAKARTA – Jaksa Agung ST Burhanuddin kembali melontarkan pernyataan keras yang menghentak internal Korps Adhyaksa.

Dengan nada bicara yang lugas dan tanpa kompromi, ia menegaskan bahwa kecerdasan intelektual seorang jaksa tidak akan pernah ada harganya jika tidak dibarengi dengan integritas yang kokoh.

Berdiri tegak di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Rabu kemarin, Burhanuddin memberikan ultimatum yang sangat jelas: ia lebih memilih kehilangan jaksa yang pintar daripada mempertahankan mereka yang cacat moral.

“Saya selalu katakan, saya butuh jaksa pintar, tapi lebih butuh lagi saya jaksa yang punya integritas. Untuk apa punya jaksa pintar kalau tanpa integritas? Silakan tinggalkan kejaksaan ini,” tegasnya dengan raut wajah serius yang tidak menyisakan ruang bagi tawar-menawar.

Bagi Burhanuddin, Kejaksaan RI seharusnya menjadi ladang suci bagi para insan jaksa untuk berkarya demi keadilan, namun karya tersebut haruslah berlandaskan kejujuran yang mutlak.

Ia bahkan tidak segan-segan memberikan pilihan pahit bagi anak buahnya yang masih mencoba bermain-main dengan hukum: mundur secara terhormat atau dipecat dengan tidak hormat.

Peringatan ini bukan sekadar gertakan sambal. Burhanuddin secara terbuka mempersilakan siapa pun yang merasa tidak sanggup menjaga integritas untuk segera angkat kaki dari institusi sebelum tangan hukum sendiri yang menyeret mereka keluar.

“Kalau mau berkarya, inilah tempatnya. Dan silakan yang tidak punya integritas, silakan mundur daripada saya pecat. Daripada saya suruh mundur, lebih baik silakan mundur sendiri,” ucapnya dengan penuh penekanan. Ia menyadari sepenuhnya bahwa marwah Kejaksaan hanya bisa dijaga oleh mereka yang memiliki perpaduan antara otak yang encer dan nurani yang bersih.

Lebih jauh lagi, Jaksa Agung secara rendah hati mengakui bahwa sistem pengawasan internal Kejaksaan memiliki keterbatasan dalam menjangkau setiap sudut perilaku anggotanya di lapangan.

Oleh karena itu, ia justru menggandeng awak media dan masyarakat luas untuk bertindak sebagai mata dan telinga bagi institusi. Ia mengimbau publik agar tidak ragu melaporkan jika menemukan oknum jaksa yang melanggar aturan atau berbuat nakal.

Informasi dari masyarakat dianggap sebagai amunisi penting untuk melakukan pembenahan internal secara menyeluruh.

Sebagai penutup, Burhanuddin menjanjikan bahwa setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti dengan tindakan tegas. Jika terbukti ada oknum jaksa yang menyalahgunakan wewenang, maka penegakan hukum tidak hanya akan berhenti pada sanksi administratif, tetapi juga akan diproses secara pidana.

“Kami akan lakukan pembenahan-pembenahan, dan bila hal-hal itu menyangkut perbuatan jaksa, kami juga akan melakukan penegakan hukum kepada mereka para jaksa yang nakal,” pungkasnya, menutup pernyataan dengan komitmen kuat untuk terus membersihkan rumah besar Kejaksaan dari oknum-oknum yang merusak kepercayaan publik. (AN/KT)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Kemenag: Posisi Hilal tak Penuhi Kriteria MABIMS, Awal Ramadhan Kamis

17 Februari 2026 - 21:07 WIT

Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Manfaatkan IFP di Ruang Kelas

15 Februari 2026 - 23:13 WIT

Prabowo Ingatkan Jangan Pakai Hukum Untuk “Ngerjain” Lawan Politik

14 Februari 2026 - 09:13 WIT

HPN 2026 di Banten Tegaskan Pers Pilar Demokrasi & Mitra Pembangunan

9 Februari 2026 - 16:38 WIT

Prabowo: Pemberantasan Korupsi Kerap Diserang “Kelompok Garong”

7 Februari 2026 - 19:12 WIT

Trending di Nasional