KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Gubernur Maluku, Said Assagaff resmi melantik Muhammad Thaher Hanubun-Petrus Beruatwarin sebagai Bupati-Wakil Bupati Maluku Tenggara dan Adam Rahayaan-Usman Tamnge sebagai Walikota-Wakil Walikota Tual Periode 2018-2023.
Pelantikan kedua pasangan Kepala Daerah ini dilangsungkan di Aula Lantai Tujuh Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Rabu (31/10), kemarin. Forkopimda, para pejabat lingkup Pemprov Maluku maupun lingkup Kabupaten/Kota serta ratusan pendukung kedua pasangan Kepala Daerah itu, turut hadir.
Pelantikan Hanubun-Beruatwarin sebagai Bupati-Wabup Malra berdasarkan SK Menteri Dalam Negeri Nomor: 131.81-7825 Tahun 2018 tentang pengangkatan Bupati Malra Provinsi Maluku dan SK Nomor 132.82-7826 Tahun 2018 tentang pengangkatan Wakil Bupati Malra lima tahun kedepan terhitung sejak pelantikan.
Sementara pelantikan Adam Rahayaan-Usman Tamnge sebagai Walikota-Wakil Walikota Tual berdasarkan SK Mendagri Nomor: 131.81-5962 Tahun 2018 tentang pengangkatan Adam Rahayaan sebagai Walikota Tual masa jabatan 2018-2023 dan SK Mendagri Nomor: 132.81-5963 Tahun 2018 tentang pengangkatan Usman Tamnge sebagai Wawali Kota Tual masa jabatan 2018-2023 terhitung tanggal pelantikan.
Gubernur Maluku, Said Assagaff dalam sambutannya mengatakan pelantikan kedua pasangan Kelapa Daerah itu menjadi jawaban dari rumor-rumor yang bias terkait hasil Pilkada Kota Tual dan Maluku Tenggara yang berhembus.
Untuk itu, dirinya berpesan kepada dua pasangan Kepala Daerah yang telah dlantik dan diambil sumpahnya itu untuk bersikap bijak dalam memimpin.
“Sejak sekarang, setelah pelantikan ini saudara-saudara adalah kepala daerah milik masyarakat Tual dan Malra. Blok-blok berseberangan saat Pilkada lalu harus dihapus untuk seterusnya. Mari tinggalkan itu, kini hanya ada satu kepentingan yaitu membangun daerah untuk mencapai kesejahteraan dan kemajuan,”ujarnya.
Selain itu, Gubernur berpesan kedua daerah yang memiliki kedekatan harus melihat potensi-potensi yang ada guna digerakkan agar mendorong percepatan pembangunan. Seperti pengelolaan sampah, air bersih, transportasi pembangunan infrastruktur, pertanian, perikanan serta lainnya.
“Mulailah berproses kerjasama antar daerah yang saling menguntungkan. Kebutuhan saling melengkapi adalah kunci sukses bersama kedua saudara di atas bumi larvul ngabal,”tuturnya.
Selain itu, hukum adat yang ada pada kedua daerah ini, kata Gubernur, menjadi warisan mulia yang harus dijaga, dipelihara dan dimanfaatkan untuk kemajuan daerah bukan menghambat pembangunan.
Untuk Bupati Malra yang baru, dikatakan Gubernur, faktor kemahalan dan pembengkakan biaya ekonomi, termasuk kemiskinan sangat dipengaruhi oleh kelancaran distribusi dan aksebelitas serta transportasi termasuk belum banyaknya wilayah yang terkoneksi dengan baik.



























