Posisinya mengancam aliansi Israel dengan negara-negara Muslim dan “dapat menyebabkan pertumpahan darah,” tambah Arbel.
Ben Gvir membalas bahwa Arbel adalah politisi sayap kiri, meskipun pendapat hukum Yahudi yang sudah lama menentang doa orang Yahudi di Temple Mount, yang dianggap sebagai penodaan.
Kemudian, Benny Gantz dari partai oposisi Persatuan Nasional juga mengecam Ben Gvir, menyebutnya sebagai “pembakar yang tidak bertanggung jawab” yang mengancam akan memicu perang agama.
Dua minggu lalu, Ben Gvir tiba di tempat suci tersebut, yang sekarang menjadi masjid Al-Aqsa, dan mengatakan bahwa ia mengizinkan orang Yahudi untuk berdoa di sana.
Para jamaah yang datang bersamanya terlihat berdoa dan bersujud di kompleks tersebut, yang merupakan pelanggaran berat terhadap status quo antara Israel dan penjaga Al-Aqsa di Yordania. (SDN)






















