KABARTIMURNEWS.COM.AMBON – Penjabat Gubernur Maluku Sadali Ie mengintensifkan program pengendalian inflasi dan penurunan kemiskinan sebagai program unggulan hingga akhir masa jabatan di daerah itu.
“Hal ini terkait dengan sembilan arahan Presiden Joko Widodo yang disampaikan kepada kepala daerah dan sesuai dengan arahan Menteri Dalam Negeri M Tito Karnavian,” kata dia di Ambon, Senin.
Ia mengatakan upaya pengendalian inflasi yang sedang dilakukan Pemerintah Provinsi Maluku, salah satunya dengan menggelar Pasar Inflasi bekerja sama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) provinsi setempat dan Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara serta distributor, untuk mengendalikan harga bahan pokok.
“Pasar inflasi ini terbentuk dalam rangka mengendalikan harga, sehingga bisa terkendali dengan baik,” kata dia.
Di dalam pasar murah inflasi dijual berbagai jenis kebutuhan pokok, antara lain beras, tepung terigu, minyak goreng, telur ayam ras, gula pasir, berbagai jenis sayur mayur dengan harga murah atau di bawah harga pasar tradisional.
Pasalnya, kata dia, dalam tiga tahun belakangan ini inflasi di Maluku bergerak naik, pada posisi 6,3 persen dan sudah melebihi target 2,5 persen.
“Oleh sebab itu butuh partisipasi semua pihak berkontribusi agar inflasi bisa terkendali,” kata dia.
Dalam upaya penurunan kemiskinan, pemerintah melakukan program Satu OPD Satu Desa Binaan, yang artinya setiap OPD bertanggung jawab membantu satu desa binaan.



























