KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Indonesian Regional Science Association (IRSA) atau asosiasi saintis Indonesia bersama Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Maluku, menggelar konferensi internasional terkait upaya menekan kemiskinan di Maluku.
“Melihat kondisi wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi kita pilih topiknya adalah tentang ketimpangan regional dan bagaimana mengukur dampak kemiskinan di wilayah kepulauan,” kata koordinator IRSA untuk Maluku Wardis Girsang di Ambon, Sabtu.
Hal itu dikatakannya dalam pra konferensi internasional IRSA di Kota Ambon.
Ia menjelaskan bahwa dua topik tersebut dirasa penting karena wilayah Maluku merupakan kepulauan yang berbeda dengan kontinental di kawasan barat Indonesia yang tentunya memiliki strategi pembangunannya yang juga berbeda.
“Jadi terkait penanggulangan kemiskinan di pulau-pulau kecil seperti Maluku ini juga unik ya. Hal itu karena banyak faktor yang kita tahu seperti logistiknya mahal, aksesnya sulit, jadi kita butuh strategi pemikiran yang bagus,” tuturnya.
Senada dengan hal itu Senior Advisor Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Vivi Alatas mengemukakan bahwa inti dari konferensi yang akan berlangsung hingga dua hari ke depan itu adalah permasalahan kompleks terkait kemiskinan dan ekonomi di Maluku.
“Seringkali kita temukan bahwa intervensi program bisa jadi di daerah A berhasil di daerah B tidak berhasil. Dalam satu daerah pun terhadap kelompok A berhasil belum tentu pada kelompok B berhasil,” ucapnya.
Oleh karena itu, kata dia, IRSA mengakui bahwa ada permasalahan yang beda antarwilayah, dan dibutuhkan saling belajar untuk mengetahui cara-cara tentang bagaimana melakukan kebijakan berbasis bukti untuk menanggulangi kemiskinan.
“Kita perlu benar-benar melihat masalahnya apa dan dampaknya apa dari program yang kita lakukan,” katanya.



























