Sedangkan pembiayaan netto sebutnya, dianggarkan Rp 14,60 miliar realisasi Rp 14,60 miliar. “Sumber pembiayaan netto berasal dari penerimaan pembiayaan daerah dianggarkan Rp 152,77 miliar realisasi Rp 152,77 miliar atau 100 persen dengan pengeluaran pembiayaan daerah yang dianggarkan Rp 138,17 miliar rupiah dan realisasi sampai akhir tahun anggaran Rp 138,17 miliar atau 100 persen,”rincinya.
Sadali menjelaskan bila diperhadapkan antara realisasi penerimaan pembiayaan daerah Rp 152,77 miliar, dengan pengeluaran pembiayaan daerah Rp 138,17 miliar, maka diperoleh pembiayaan netto sebesar Rp 14,60 miliar rupiah.
Dengan demikian, lanjut dia, keseluruhan, realisasi pendapatan daerah Rp 3,06 triliun rupiah, jika diperhadapkan realisasi belanja daerah Rp 2,98 triliun, maka dihasilkan surplus tahun 2023 Rp 83,76 miliar.
“Surplus tersebut, bila ditambahkan pembiayaan netto Rp 14,60 miliar rupiah, diperoleh Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) Tahun 2023 sebesar Rp 98,37 miliar atau tepatnya sebesar Rp. 98.370.079.274,77,” paparnya.
Ditambahkan neraca keuangan per 31 Desember 2022, terdiri atas total aset Rp 6,88 triliun , total kewajiban Rp 751,44 miliar rupiah, dan total ekuitas Rp 6,13 triliun. (KTL)



























