Dana Perawatan Damkar Jumbo Tapi, Armadanya “Sakit-Sakitan”

KABARTIMURNEWS.COM.AMBON - Bermula dari bocornya dana sosialisasi jumbo dipangkas alias bage-bage. Giliran, dana perawatan armada “penjinak” api terbongkar.

Menyusul terbongkar ada dugaan korupsi dana sosialisasi di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Kota Ambon, Rp 900 juta, yang dalam realisasinya Rp 300 juta diambil sebagai “jatah” salah satu pejabat teras dilingkup Pemkot Ambon, ramai.

“Kenapa wartawan tahu! Ini pasti orang dalam yang kase bocor,” ungkap beberapa PNS Dilingkup Damkar Ambon, yang sempat terkuping, wartawan, Senin, kemarin.

Wartawan Kabar Timur, Senin, siang, kemarin, berusaha mengkonfirmasi Kadis Damkar Kota Ambon, di kantornya. Sayangnya, konfirmasi yang dilakukan tidak berhasil.

“Bapak Kadis lagi tugas ke luar daerah (Surabaya),” kata salah satu staf di Damkar Kota.

Setelah mengetahui, Kadis Damkar tengah berada diluar daerah, wartawan Kabar Timur mencoba konfirmasi via pesan WhatsAPP milik sang Kadis. Hanya saja, pesan konfirmasi yang dikirim, tidak direspon.

“Tidak direspon, sama Pak Kadis,” tulis wartawan dalam laporannya ke Redaksi Kabar Timur, tadi malam.

DANA PERAWATAN

Yang menarik, dari penelusuran Kabar Timur terungkap atau terbongkar adanya dana “jumbo” yang saban tahun kucur untuk perawatan armada “penjinak” api  manakala terjadi kebakaran di wilayah Kota Ambon, yang dimiliki Damkar.

Dana perawatan mulai dari Rp 600 juta, Rp 800 juta dan bahkan mencapai miliaran rupiah, tergantung permintaan. Dana perawatan itu, kemudian dipecah-pecahkan dalam bentuk paket proyek, untuk kepentingan perawatan mobil-mobil pemadam kebakaran itu.

“Ini juga menarik bagi aparat penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan, yang katanya lagi mengusut kasusnya. Dimulai dari dana sosialisasi, pintu masuknya,” ungkap sumber Kabar Timur, Senin, kemarin.

Menurutnya, dana jumbo perawatan armada yang dikucurkan saban tahun, mestinya semua armada dalam  kondisi fit. “Faktanya, kondisi armada lebih banyak “sakit-sakitan” bung! Semua akan terbongkar bila mana kasus ini serius diusut,”  ungkapnya.

Dari pengusutan, tambah dia, semua dapat diketahui secara konprehensif realisasi dari dana perawatan yang digelontorkan saban tahun.

“Apa saja yang dibeli. Kenapa mobilnya “sakit,” padahal dana pearawatan ada. Sekalipun mobil tua, kalau dirawat pasti sehat. Jangan dananya, dipakai untuk merawat kesingnya saja. Yang terjadi atau dilihat dari kasat mata seperti itu,” tambah sumber menutup.

Diberitakan sebelumnya, dana sosialisasi hingga dana pemeliharaan di Dinas Pemadam Kabakaran (Damkar), Kota Ambon menguap. Diduga, ada korupsi. Benarkah?

Menguap adanya dugaan korupsi di Damkar Ambon, bermula ada bancakan alias bage-bage soal dana sosialisasi bernilai Rp 900 juta, tahun 2023.

Bage-bage dana itu, melibatkan sejumlah “pejabat” teras di Pemkot Ambon. “Terkait masalah ini, sudah tercium aparat penegak hukum, dalam hal ini Kejaksaan,” ungkap sumber di Damkar Ambon, kepada wartawan, Sabtu, akhir pekan, kemarin.

Sumber itu, mengaku sempat kaget sewatu ditanyakan terkait dengan adana sosialisasi yang berjumlah Rp 900 juta, untuk Damkar Ambon. Bahkan, aparat penegak hukum itu, sempat menyentil terkait dana-dana pemeliharaan Armada-Armada Damkar.

“Dong juga tanya-tanya tentang dana pemeliharaan Armada Damkar. Beta kaget, tapi beta seng bicara. Beta diam-diam saja,” kata sumber itu.

Dia mengaku, kemungkinan masalah ini sudah bocor dari dalam. “Bisa saja, ini bocor dari orang dalam, yang mengetahui persis masalah ini, sehingga aparat hukum sudah kantongi sebagaian informasi yang akurat,” sebutnya.

Informasi lain yang dihimpun Kabar Timur menyebutkan, anggaran sosialisasi Damkar Ambon, berjumlah Rp 900 juta, itu, ada pejabat di Pemkot Ambon, yang kecipratan Rp 300 juta. Hanya saja, siapa oknum pejabat dimaksud belum terdeteksi.

Menyoal tentang informasi yang diperoleh Kabar Timur tentang ada pejabat yang mengambil Rp 300 juta dari anggaran Rp 900 juta, sumber Kabar Timur di Damkar Ambon, mengaku, sempat ditanya aparat penagak hukum juga seputar masalah itu.

“Saya benar-benar tidak tahu. Tapi, saya sempat ditelepon dan ditanya seputar adanya dana yang dipotong oleh pejabat, tapi saya bilang saya tidak tahu,” katanya.

Yang pasti, menurut dia, semua masalah diketahui melalui hubungan telepon selulernya. “Saya ditanya-tanya, seputar masalah itu. Soal apakah masalah itu, benar atau tidak, mungkin dong (wartawan, bisa konfirmasi langsung, ke pihak Damkar Ambon,” sebutnya. (KTA)

Komentar

Loading...