KABARTIMURNEWS.COM.AMBON – Di depan insan media, Febri Calvin Tetelepta menyatakan Maluku harus keluar dari belitan kemiskinan. Menurutnya ketika pandemi covid 19 selesai, maka salah satu provinsi di wilayah timur Indonesia ini harus ada percepatan pertumbuhan ekonomi.
“Tapi Maluku salah satu wilayah yang belum keluar dari covid, akibatnya kita masih dililit kemisikinan. Walau ada paradox yang sangat besar, yakni terjadi pertumbuhan ekonomi tapi kita masih terlilit kemiskinan,” kata Febri dalam kegiatan “Maluku Bastori” di Swissbel Hotel, Sabtu (19/08).
Dalam kegiatan yang dipandu moderator Jemy L Pierterz itu, Febri yang juga Deputi I Sekretariat Negara (Setneg) ini mengingatkan Maluku masih di bawah target Index Pembangunan Nasional (IPM) yang dipatok pemerintah pusat yakni 59,7.
Sekadar tahu, IPM meliputi parameter harapan hidup, melek huruf, melek pendidikan dan melek standar hidup. “Nah ternyata ini biasa-biasa sekali. Akibatnya kita belum mampu dongkrak perumbuhan Maluku,” katanya.
Terkait Febry Calvin Tetelepta (FCT) sendiri, sejak periode pertama Pemerintahan Presiden Jokowi, dia diketahui sebagai sosok kunci di balik percepatan pembangunan infrastruktur. Khususnya Proyek Strategis Nasional (PSN).
Masih Febri, dia menambahkan saat ini lah Maluku harus belajar dari kesuksesan provinsi lain. Yakni dengan “memaksa” pemerintah pusat tampung hasil sumberdaya alam (SDA) Maluku.



























