Sudah enam orang diperiksa. Tiga dari PT Pelni, syahbandar dan satu dari operator.
AMBON-Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif, melakukan kunjungan keliling Polres-Polres di Maluku, sekaligus bersafari Ramadhan. Sabtu, pekan, kemarin, Kapolda bersama staf berada di Kabupaten Buru Selatan (Bursel), dan Kabupaten Buru.
Kepada wartawan, Kapolda menjelaskan, di bulan puasa ini dirinya berkeliling ke Polres-Polres bersafari Ramadhan, buka puasa dan sholat teraweh bersama. Dia mengaku bawa beberapa pejabat baru, diantaranya Wakapolda, Dirintel, Kabid Propam, Dirlantas. “Ini semua pejabat baru saya ajak ke sini supaya dia bisa orientasi wilayah,” aku Kapolda.
Kapolda menjelaskan kasus menonjol. Salah satunya jatuhnya kontainer yang diduga mengandung zat berbahaya kini ditangani Polres Pulau Buru dan Polda Maluku. “Sekarang sudah berproses. Saya sudah kirimkan tim dari Polda turun. Saya sudah berkoordinasi dengan stakeholders instansi terkait. Dari Pelni pusat juga sudah hadir, ” ujar Kapolda.
Menurutnya, pihaknya tetap menolak penambangan ilegal. Apapun dalihnya selama izin pemerintah belum keluar ia tetap menolak tambang ilegal di Gunung Botak.
“Saya berharap dan mendorong kiranya izin segera turun agar dikelola dengan baik oleh Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan masyarakat, sehingga bisa memberikan kesejahteraan dan membuka lapangan kerja yang baik dari pada seperti ini situasinya,” tandas Lotharia.
Dikatakan, sekalipun sudah dilakukan operasi berkali-kali sejak 2021 lalu, dan sudah ditangani 23 kasus, terakhir ada lagi melakukan penegakan hukum, aktivitas ilegal di Gunung Botak masih saja terjadi.
Dengan luas wilayah yang begitu besar disadari tidak semua bisa dijangkau. Ditambah dengan kemungkinan masih ada penyalahgunaan wewenang baik di internal Kepolisian maupun di instansi terkait lainnya.
“Ini yang saya harapkan masing-masing instansi bisa mengontrol dan mengendalikan personilnya untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan kewenangan ataupun melaksanakan ilegal maining, ” harap Lotharia.
ENAM ORANG
Masih soal progres penanganan kontainer yang jatuh ke laut juga yang diturunkan di Ambon, kata Lotharia, sudah enam orang diperiksa. Tiga dari PT Pelni, kemudian juga syahbandar dan satu dari operator.



























