Dari ketiga tersangka yang diumumkan oleh penyidik Kejati, nama Thomas Wattimena alias TW yang merupakan mantan Kadis PUPR Kabupaten SBB belum mencuat hingga kini. “Intinya penyidikan masih jalan. Dan tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka. Ikuti saja,” cetus Wahyudi.
Kasipenkum Kejati Maluku itu menyatakan ketiga tersangka dijerat dengan dakwaan Primair : Pasal 2 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHPidana.
Sementara subsidair : Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHPidana.(KT)



























