KABARTIMURNEWS.COM,PIRU – Ratusan warga Negeri Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), melakukan aksi demo menolak Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak, Kamis 27 Oktober 2022.
Aksi turun jalan ratusan warga sekira Pukul 09.30 WIT, Kamis Pagi tersebut, dilakukan di mulai dari Pelabuhan Tua Negeri Luhu, Pasar, dan terakhir di Kantor Pemerintah Negeri Luhu.
Koordinator aksi, Ilham Payapo, Kepada Kabar Timur Kamis (27/10) mengaku, aksi yang dilakukan pihaknya merupakan bentuk penolakan keras dilakukan Pilkades di Negeri Luhu.
Ilham mengaku, pihaknya memiliki beberapa poin tuntutan untuk menjadi perhatian serius Penjabat Negeri Luhu, salah satunya yakni menolak dengan tegas Pilkades Serentak dilakukan. “Karena kami ini Negeri bukan desa,”ujarnya.
Selain menolak Pilkades, lanjut Ilham, mereka mendesak Pemda SBB agar memberlakukan SK Bupati Nomor 189/756 tahun 2021 tentang pengakuan dan penetapan surat keputusan sebagai kesatuan masyarakat hukum adat.
“Kami juga mendesak Saniri Negeri Luhu menjalankan tugas dan tanggungjawab serta fungsi selaku lembaga adat di dalam negeri ini. Badan Saniri juga harus secepatnya menindaklanjuti hasil pertemuan dengan masyarakat tanggal 8 November 2022 di Pisihatu,”ungkapnya.
Para demonstran juga mendesak Pemerintah Kabupaten SBB, agar menjalankan peraturan daerah nomor 14 tertanggal 21 Oktober 2019 tentang Saniri Negeri.



























