Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Malteng

Oknum Babinsa Ini “Resahkan” Warga

badge-check


Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

AMBON – Warga Negeri Waelulu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), mengaku resah dengan ulah oknum Babinsa bernama: M. Fauzan Sima Sima yang saat ini menjadi Babinsa di Desa Karlatu.

Oknum TNI ini, sebelumnya menjabat sebagai Babinsa Waelulu, karena diadukan warga, dia lantas  dipindahkan sebagai Babinsa Karlatu, salah satu desa yang masih tentangga Negeri Waelulu.

Kepada Kabar Timur, Senin, kemarin, mereka menyebutkan oknum anggota TNI ini sudah saatnya untuk dimutasi  keluar dari Pulau Seram. “Harus ada langkah-langkah positif seperti mutasi yang bersangkutan. Ini menghindari gesekan ditengah-tengah warga yang lebih jauh,” ungkap mereka.

Mereka menyebutkan, oknum Babinsa ini berpotensi benturkan kehidupan damai warga di Negeri Waelulu, bila tidak segera dimutasi keluar. “Oknum Babinsa ini bukan sebagai pemersatu warga, tapi justeru jadi “biang kerok” ciptakan warga hidup dalam kondisi kubu-kubuan,” ungkap mereka.

Dikatakan, raja negeri Waelulu dan salah satu staf, sempat melaporkan langsung oknum ini, ke Dandim Masohi. Dandim Masohi, menyambut baik raja bersama stafnya. Bahkan, oknum Babinsa ini sempat dipanggil dan diperiksa.

Namun, menurut warga, sekembalinya oknum Babinsa ini di Kampung Waelulu, dari pemeriksaan akibat laporan itu, bukannya menjadi lebih baik, tapi malah sebarkan  informasi  ke warga kalau dia dilapor kerana ada warga yang iri atas pembangunan  yang dilakukan oknum ini.

Menurut mereka, gerakan oknum Babinsa ini membenturkan warga dilakukan sejak proses Pilkades atau pemilihan raja di Negeri Waelulu. Dimana, calon raja yang “dibeking” oknum Babinsa ini, tidak terpilih. Sehingga sampai dengan saat ini yang bersangkutan terus melakukan manuver-manuver terselubung dengan memprovokasi warga untuk melakukan gugatan, terhadapa Raja Negeri Waelulu yang telah dilantik ini.

Warga mengaku, proses pemilihan raja di tahun 2018 di negeri mereka sempat terjadi kubu-kubuan. Tapi, itu hanya berlangsung saat proses itu berjalan. Namun, setelah raja dilantik, warga kembali hidup damai tanpa bermusuhan atau kubu-kubuan, seperti saat ini.

“Jadi saat ini, kubu yang kalah dalam pemilihan raja seperti “diracun” pikiran-pikiran oleh oknum ini. Kita berharap untuk menciptakan Negeri Waelulu dari kehidupan warga yang kubu-kubuan, para petinggi TNI, seperti Pak Pangdam dan Pak Dandrem dapat memenuhi permintaan kami, untuk memindahkan atau mutasi oknum ini ke Kodim lain, di selain Maluku Tengah,” pintahnya.

Para tokoh masyarakat, pemuda dan adat Negeri Waelulu, sudah sangat resah dengan sikap angkuh sang oknum Babinsa ini. Karena itu, solusi terbaik menghindari benturan warga di Negeri Waelulu, dan mengembalikan Waelulu yang damai seperti dulu, mereka meminta oknum Babinsa ini segera dimutasi. (KT)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Paparkan “Banda Green” Bupati Tampil Bak Dirigen Orkesta

25 Juli 2026 - 21:41 WIT

Pelajar Amerika-Eropa Diboyong Promosikan Banda Neira ke Mata Internasional

22 Juli 2026 - 22:21 WIT

Menyapu Sampah, Merawat Kebersihan: Aksi Nyata Lanud Pattimura di Desa Hatu

21 Juli 2026 - 20:56 WIT

RUU Daerah Kepulauan Godok Dana Khusus, Amankan Ekonomi Biru dan Hak Masyarakat Adat

20 Juli 2026 - 17:27 WIT

Lobi Kilat Bupati Malteng Direspons Cepat, Kementerian PU Turunkan Tim Selamatkan Pelabuhan Banda Neira

15 Juli 2026 - 22:40 WIT

Trending di Malteng