Berkas Empat Pelaku Kejahatan BBM Masuk Jaksa

Ilustrasi

AMBON - Empat warga Kabupaten Malteng dan SBT masing-masing S, Fa, FI dan MS, telah ditetapkan tersangka karena kasus oplosan BBM. Berkas perkara mereka sudah diserahkan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku ke Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku untuk diteliti.

Keempat warga Pulau Seram ini terlibat dalam kejahatan pengoplosan BBM di Kobisonta, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. Jenis BBM Dexlite itu dicampur dengan BBM jenis solar.

“Untuk berkas perkara mereka masih sementara diteliti. JPU menerima berkas dari Polda Maluku 13 September 2022, kemarin,” ungkap Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Wahyudi Kareba kepada wartawan, Senin (19/9).

JPU, lanjut Wahyudi, diberikan waktu sesuai undang-undang adalah 14 hari. Sehingga, berkas perkara keempat tersangka perlu diteliti dengan baik sesuai dengan Perbuatan dan pasal yang disangkakan penyidik.

Mereka dijerat dengan pasal 55 dan atau 54 junto pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi junto pasal 55 KUHPidana.

“Ancaman hukumannya enam tahun penjara serta denda 60 miliar rupiah,” ucap Direktur Ditreskrimsus Polda Maluku, Kombes Pol. Harold W Huwae kepada wartawan terpisah.

Dikatakan, praktek oplosan BBM seperti ini yang menjadi salah satu penyebab terjadinya kelangkaan BBM di masyarakat. Akibatnya, harga BBM meningkat dan memberatkan masyarakat.

Pengkapan tim satgas ini tepatnya di rumah pelaku S yang diduga menjadi tempat oplosan BBM jenis solar bersubsidi. Total barang bukti BBM yang ditemukan dirumah S sebanyak 5,1 ton serta barang bukti lainnya.

“Minggu kemaarin, kita berhasil mengungkap adanya praktek oplosan BBM di daerah Kobisonta, Kabupaten Maluku Tengah. Barang bukti BBM sebanyak 5,1 ton lebih. Ada empat orang terduga pelaku yang kita amankan” ungkapnya.

Peran keempat tersangka, kata Huwae, adalah, S sebagai pemilik lokasi yang digunakan untuk mengoplos BBM. Fa adalah karyawan S merangkap sopir mobil dump truk. FI karyawan S merangkap kondektur mobil dump truk. Tiga orang ini merupakan warga Kobisonta. Sedangkan MS alias M adalah warga Kabupaten Seram Bagian Timur yang berperan sebagai penyuplai solar subsidi.

“Kita akan mengusut tuntas jaringan pengoplos BBM ini. Saya juga memerintahkan anggota untuk menangkap semua pihak yang terlibat dalam jaringan ini. Siapapun dia akan kita tangkap dan proses hukum sesuai aturan yang berlaku,”tegasnya.(KTA)

Komentar

Loading...