Sedangkan, Husein Miangkabau yang akrab disapa Cheno ini, juga bernasib sama dengan Atong. Menurut Cheno, uang yang miliknya yang diberikan kepada Lucky sebanyak Rp 115 juta diberikan dalam dua tahap.
“Beta kira ini, tidak perlu dijelaskan rinci. Yang pasti Lucky tahu persis dan uang tersebut sudah diakui yang bersangkutan,” tutur Cheno. “Utangnya,” Lucky Rp 115 juta, kata Cheno, sudah berusia tujuh tahun lamanya.
“Sudah tujuh tahun usia uang Rp 115 juta itu. Dia ambil uang itu, janjinya kasih proyek. Tapi, sampai saat ini tidak ada proyeknya, tapi uangnya tidak dikembalikan. Itu uang “sakit-sakit” biaya anak-anak pung sekolah dan hasil dari gade maitua (istri), pung barang mas,” tuturnya.
Sejak, tujuh tahun hingga saat ini dirinya berusaha bertemu dan menghubungi Lucky, tapi sellau menghindar. “Lucky baru ketemu saya setelah masalah ini beta ungkap di koran. Bahkan, nomor kontaknya baru diberikan kepada beta. Tapi, setelah pertemuan itu, beta hubungi tidak pernah direspon,” bebernya.
Saat ini, lanjut Cheno, dirinya fokus pada pengembalian uang Rp 115 juta. “Biar dia (Lucky) mau kase beta proyek lae. Su seng ada lae. Yang beta inginkan saat ini, kembalikan beta pung uang Rp 115 juta. Beta sudah tidak ingin lae proyek. Yang beta inginkan uangnya dikembalikan,” tutupnya. (KT)



























