“Kami berharap semoga tidak terjadi peristiwa-peristiwa serupa yang menimpa warga sipil akibat arogansi aparat terhadap masyarakat sipil,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, bentrok kembali pecah di Desa Tamilouw, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Selasa pagi (7/12). Kali ini, kericuhan terjadi bukan antar warga, melainkan dengan pihak kepolisian.
Akibatnya, sekira 18 warga Tamilouw harus mendapatkan perawatan medis. Itu setelah mereka terkena tembakan peluru karet pada bagian organ tubuh mereka.
Korban warga Tamilouw bukan saja dari para kaum laki, tapi juga dari kaum perempuan.
Sementara dikubu polisi, sebanyak tujuh personil mengalami luka-luka. Tak hanya itu, warga juga merusaki empat unit mobil operasional Polri. (KTY)



























