“Video tersebut telah dipotong, sehingga tidak mendapatkan pesan utuh terkait pernyataan Gubernur yang sebenarnya,”ungkap Kepala Dinas Kominfo Maluku itu.
“Padahal sebenarnya, gubernur ingin masyarakat jangan terpancing dengan isu-isu provokasi yang sengaja dimainkan oleh beberapa oknum, untuk menjatuhkan Gubernur baik di Facebook maupun pada tautan sosial media lainnya, “tambahnya.
Gubernur Maluku saat itu, ingin mengajak masyarakat agar tetap percaya kepada Pemerintah, bahwa niat dan tekad Gubernur hanya ingin membangun Maluku sejajar dengan provinsi lain di Indonesia.
“Makanya video 20 detik sambutan gubernur dipotong itu, merupakan cara tidak benar yang sengaja diciptakan untuk membentuk opini negatif, ditengah kerja kerasnya membangun Maluku, ” tutupnya. (KTE)



























