MUI Imbau Masyarakat tak Terprovokasi  Kasus Joseph

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Pernyataan penistaan agama Islam yang disampaikan Joseph Paul Zhang seperti yang tersebar luas di berbagai platform media sosial ditanggapi dingin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku, Abdulah Latuapo.

Akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon itu mengatakan, pernyataan Joseph memang sangat menggangu kenyamanan umat beragama. “Ini pernyataan yang sangat menggangu toleransi umat beragama. Tapi, saya ingin katakan kepada masyarakat di Maluku, jangan mudah terprovokasi dengan pernyataan seperti ini,” kata Latuapo dihubungi Kabar Timur, Senin (19/4).

Dia mengatakan, sesuai informasi, pelaku penistaan yang bersangkutan akan dilaporkan ke pihak berwajib. Tentu, biarkan ini menjadi masalah hukum dan masyarakat jangan terpancing. “Kita jangan terpengaruh dengan isu seperti ini. Ini orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang sengaja memecahkan kebersamaan kehidupan beragama di Indonesia termasuk Maluku,” jelasnya.

Menurutnya, di Maluku, keberagaman kehidupan beragama sudah sangat terjalin dengan baik. Untuk itu, kebersamaan ini perlu dijaga, dibina, pelihara dan jangan saling menghina serta merendahkan satu sama lain. “Namanya kehidupan bertoleransi, harus kita junjung tinggi. Sebab, semua umat beragama mengajarkan soal itu,” ajaknya

Seperti diketahui, nama Jozeph Paul Zhang mendadak menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Bukan karena prestasinya, melainkan pernyataan-pernyataannya yang menistakan Islam. 8Salah satunya menyebut Allah SWT dikurung di dalam Ka’bah dan mengaku dirinya sebagai nabi ke-25.

Penistaan itu disampaikan Jozeph dalam forum diskusi via zoom dengan tajuk “Puasa Lalim Islam” dan juga ditayangkan di saluran YouTube miliknya. Di blog pribadinya, yang bersangkutan mengaku sebagai apologet Kristen dan pernah membaptis ratusan muslim. Apologet atau apologetika berasal dari kata Yunani apologia yang bermakna ‘membela iman’. (KTY)

Komentar

Loading...