Sepakat Persoalan Larangan Siswa Berhijab di SCK Selesai

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Beredarnya pemberitaan sejumlah media beberapa waktu lalu perihal Sekolah Menengah Pertama (SMP) Citra Kasih atau SCK di Kota Ambon yang tidak menerima calon siswa berhijab akhirnya ditanggapi Kepala SMP SCK Ambon, Yustina.

Yustina mengatakan, permasalahan ini sampai terjadi karena kurangnya informasi yang diberikan oleh pihak sekolah kepada calon orang tua murid yang mau mendaftarkan diri di SCK.

“Kita minta maaf. Kesalahannya karena kita yang minim informasi ke calon orang tua siswa,” kata Yustina dalam konferensi persnya bersama wartawan di halaman sekolah SCK Citra Land Lateri Ambon, Kamis (8/4).

Menurutnya, SCK merupakan sekolah Kristen Inklusif yang memiliki ketentuan untuk pemakaian seragam siswa yang standard di seluruh SCK  yang tersebar di Indonesia. “Ini sekolah Kristen. Dan kita memiliki aturan disini. Namun, kita saja yang tidak menginformasikan terlebih dahulu ke pihak calon orang tua murid,” jelasnya

Meski begitu, lanjut dia, persoalan ini telah dimediasi baik dengan orang tua murid bersangkutan, Ciselfia Hatala, Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler, Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, A.G.Latuheru, Kadis Pendidikan, Fahmi Sallatalohy, Camat Baguala, Lenny Lekatompessy dan Kesbangpol Chery L.Tuasun.

“Kita sudah bicarakan bersama di ruangan pak Wakil Walikota pada 1 April 2021 lalu dan telah bersepakat untuk masalah ini selesai,” sebut dia

Ditambahkan, informasinya, PB yang adalah calon siswa yang bersangkutan, kini telah mendaftar di salah satu sekolah di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng). “Karena khan masih calon siswa, belum jadi siswa. Makanya PB ini sudah melamar di salah satu sekolah di Kabupaten Malteng,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Kadis Pendidikan Kota Ambon, Fahmy Salatalohy mengatakan, masalah ini hanya karena miskomunikasi. Orang tua murid tidak tahu jika SCK merupakan sekolah Kristen inklusif yang memiliki aturan menggunakan seragam sekolah. “Jadi soal miskomunikasi saja, makanya seperti ini. Dan hari ini juga, masalah ini sudah clear,” terangnya

Dia meminta masyarakat Kota Ambon untuk tidak mudah terprovokasi apalagi menggiring masalah ini ke isu agama. “Karena memang itu sekolah kristen. Mari kita sama-sama menjaga Ambon tetap aman dan damai,” ajaknya.

Sekadar tahu, beredar pemberitaan adanya salah satu SMP di Kota Ambon yang melarang calon siswa berinisial PB untuk menggunakan hijab.

Larangan yang dinilai diskriminasi ini kemudian menuai banyak reaksi. Untuk mencari tahu kebenarannya, Pemkot Ambon tidak tinggal diam. Wakil Walikota Syarif Hadler lalu memediasi dengan mengundang semua pihak terkait. (KTY)

Komentar

Loading...