Anggota Brimob Meninggal Akibat Corona, Bukan Divaksin

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Spekulasi meninggalnya salah satu komandan kompi (danki), Batalion Brimob Polda Maluku berinisial LT, akibat divaksin, Minggu, langsung ditepis, Dinas Kesehatan (Dinkes), Kota Ambon, Wendy Pelupessy.

Kepada Kabar Timur, Senin, kemarin, Wendy menegaskan, anggota Brimob Polda Maluku yang meninggal itu, terkonfirmasi Covid-19, bukan karena disuntuik vaksin lalu yang bersangkutan meninggal.

“Jadi almarhum meninggal itu bukan akibat vaksin. Tapi, yang bersangkutan meninggal akibat Covid-19. Jadi kalau meninggal akibat disuntik itu tidak benar,” kata Wendy, sekaligus menjawab spekulasi yang berkembang bahwa korban meninggal akibat vaksin.

Menurut Wendy, hasil laporan Kepala Rumah Sakit Daerah Haulussy, penyebab meninggalnya Iptu LT diketahui saat melakukan tes cepat molekuler dan hasilnya positif corona.

“Sebelum meninggal, almarhum memiliki ciri-ciri mengarah kepada gejala orang terkonfirmasi positif corona, yakni sesak nafas. Dan itu telah dibuktikan tes cepat molekuler. Jadi yang bersangkutan meninggal bukan karena divaksin, “ tegas Wendy.

Dikatakan, bila banyak tudingan menyatakan anggota Brimob berusia 45 tahun itu meninggal lantaran disuntik  vaksin AstraZeneca, otomatis banyak keluhan berdatangan dari berbagai pihak. Namun nyatanya tidak.

“Semua Polisi baik umum maupun Brimob dan TNI disuntik gunakan vaksin AstraZeneca. Dan sampai sekarang semuanya aman-aman saja. Bahkan hingga kini tidak ada keluhan pasca vaksin dari pihak TNI, “ terang Wendy.

Wendy menambahkan, mengenai kabar berkembang atas meninggalnya anggota Brimob Polda Maluku itu, pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak terpengaruh dan jangan sampai takut divaksin.

“Dari hasil Balai POM, tingkat keamanan vaksin AstraZeneca sama dengan Vaksin Sinovac. Olehnya itu, kami minta sekali lagi agar masyarakat jangan gampang terpengaruh dengan berbagai kabar miring, “ tutup Wendy. (KTE)

Komentar

Loading...