Pemberian Sanksi Jadi Kewenangan Kanwil

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Pemberian sanksi kepada petugas jaga Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon yang diduga lalai sehingga empat tahanan rutan kabur, hingga kini belum juga dilakukan.

Padahal, pemeriksaan terhadap petugas jaga sudah digelar sejak pekan kemarin. Keterangan pun sudah diperoleh. Pihak Rutan belum menyimpulkan hasil pemeriksaan serta memberikan sanksi dengan alasan masih fokus agenda penting lain.

Pemberian saksi akhirnya molor. Tapi, Plt Kepala Rutan Kelas IIA Ambon Husaini terus menjanjikan bahwa sanksi akan diberikan dalam waktu dekat.

Setelah kembali dikonfirmasi pada Senin (5/4), Husaini menjelaskan, pemberian sanksi tersebut kini telah menjadi kewenangan dari Kantor Wilayah Kemenkumham. “Yang menentukan dan memberikan sanksi itu nanti kantor wilayah hukum dan HAM Maluku,” kata Husaini.

Menurutnya, setelah tim melakukan pemeriksaan serta mengambil keterangan, pihaknya kemudian menyerahkan hasil ke kantor wilayah. Setelah menerima itu, barulah disimpulkan dan ditentukan sanksi. “Kita serahkan ke Kanwil dan nanti dari kanwil yang berikan sanksi,” tuturnya.

Ditanya soal dua buron yang belum ditemukan, Husaini mengaku, anggotanya tetap melakukan pengejaran. Pihak Rutan bekerja sama dengan Polda Maluku maupun anggota Densus 88. “Masih dalam pengejaran. Sudah kerjasama dengan Polda Maluku dan Densus 88,” sebut dia

Dia juga meminta dukungan masyarakat untuk ikut serta membantu dalam menginformasikan keberadaan dari Dominggus Saiya dan Fransisco Nahumury. “Kami juga butuh informasi dari masyarakat. Jika mengetahui keberadaan dua orang ini, bisa informasikan ke pihak polisi terdekat. Semoga dalam dua tiga hari ke depan sudah ada kabar baik,” kuncinya. (KTY)

Komentar

Loading...