Baru 5 Hari Divaksin, Anggota Brimob Maluku Ini Meninggal Akibat Corona

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Salah satu Komandan Kompi di Satuan Brimob Polda Maluku meninggal dunia, Minggu, kemarin, akibat virus Corona, padahal baru berselang lima hari, almarhum disuntik vaksin AstraZeneca, pada Selasa (30/3).

“Almarhum masuk UGD RS Bhayangkara pukul 07.11 Wit, dan meninggal pukul 07.17 Wit, Minggu April 2021,” kata Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Maluku, Adonia Rerung, dalam rilisnya kepada awak media, Minggu kemarin.

Salah satu personil Brimob Polda Maluku berusia 45 tahun, asal Kota Ambon itu, tercatat merupakan korban Covid-19 dengan disertai penyakit bawaan atau comorbid. “Almarhum memiliki comorbid. Dan diketahui, proses pemulasaran jenazah LT dilaksanakan di RSUD dr. M. Haulussy Ambon. Hal ini dikarenakan ruangan jenazah RS Bhayangkara sedang dalam proses renovasi, “ terang Adonia.

Setelah selesai, lanjut Adonia, jenazah meninggalkan RSUD dr. M. Haulussy pukul 15.32 WIT, diawali doa oleh keluarga yang dipimpin Pendeta dari Jemaat GPM Teratai Kasih. “Dalam perjalanan menuju TPU Hunuth, jajaran Brimob Polda Maluku, melakukan penghormatan terakhir kepada jenazah almarhum di depan Mako Brimob Polda Maluku, Tantui Atas, “ paparnya.

Proses pemakaman terhadap salah satu anggota Brimob Polda Maluku itu, kata Adonia, dilakukan di TPU Hunuth pukul 16.30 WIT, disaksikan pihak keluarga. “Tim relawan yang bertugas adalah Palang Merah Indonesia (PMI) Maluku, dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, “ ujar Adonia Rerung.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol M Roem Ohoirat yang dikonfirmasi, membenarkan kabar duka salah satu anggota Brimob Polda Maluku itu. Menurut Roem, kematian LT bukan karena divaksin.

Pernyataan Kabid Humas Polda Maluku itu, sekaligus menjawab berbagai isu berkembang. Pasalnya, sebelum menjemput ajal Minggu kemarin, almarhum LT diketahui baru saja melakukan penyuntikan Vaksin Covid-19, pada 30 Maret 2021 lalu, di Lapangan Letkol Pol CHR Tahapary, Tantui.

Roem mengaku, sebelum meninggal dunia, Iptu LT Sabtu (3/4) malam sekitar pukul 24.Wit, merasa sesak di bagian pernafasan. “Kemudian Minggu (kemarin), istrinya melihat kondisi Almarhum sudah lemas. Karena melihat kondisi suaminya lemas, isterinya melarikan LT ke RS Bhayangkara. Nah setelah sampai di sana, yang bersangkutan sudah meninggal dunia,” ungkap Ohoirat.

Berdasarkan informasi isteri LT, Danki A Brimob Polda Maluku itu memiliki gejala-gejala terkena corona, sehingga harus dibawa ke Rs Dr, Haulussy guna melakukan tes cepat molekuler.

“Setelah tes cepat itu,  ternyata  dia kena Covid-19. kemudian dilakukan pemulasaran jenazah, sesuai dengan standar Protokol Kesehatan. Kemudian dia dibawa ke TPU Hunuth untuk dimakamkan. Anggota Brimob juga memberikan penghormatan terakhir didepan mako, “ tutupnya. (KTE)

Komentar

Loading...