LKPHI Minta Proses Ribuan Ikan Mati di Pantai Arara

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Ribuan ikan, di sungai  Arara dan pesisir pantai Desa Arara, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng),  Minggu, lalu, diduga akibat pencemaran limbah perusahaan tambak udang milik  PT Wahana Lestari Investama (WLI), yang berada di desa tersebut.

Perusahaan raksasa perikanan yang sudah menancap puluhan tahun di daerah disebut-sebut sebagai “biang keroknya.” Lembaga Kajian dan Pemerhati Hukum Indonesia (LKPHI) prihatin libah tersebut. Mereka mengecam atas kasus pencemaran lingkungan itu.

“Kami kecam keras pihak perusahaan yang telah merusak lingkungan dan membuat warga sekitar merasa terganggu,” kata Ketua DPD LKPHI Maluku, Ali Usemahu kepada media ini, Selasa (30/3).

Menurutnya, matinya ribuan ikan tersebut telah menyebabkan warga merasa terganggu dengan adanya bau busuk yang berasal dari bangkai ikan di kawasan itu.Usemahu menegaskan, LKPHI akan meminta ketegasan dari pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Maluku Tengah agar kondisi ini dapat diproses sampai persoalannya selesai.

“Jangan sampai kasus serupa terjadi sama seperti di PT Nusa Ina yang dimana ada oknum anggota DPRD Malteng malah menjadi juru bicara dan lebih membela pihak perusahaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sangat disayangkan ada wakil rakyat yang tidak menunjukan keberpihakan terhadap masyarakat yang ada di Seram Utara, tetapi lebih memilih menjadi antek dari koorporasi.

Ia melanjutkan, sampai saat ini kasus pencemaran lingkungan belum juga diselesaikan antara pihak-pihak yang merasa bertanggung jawab sehingga perlu menjadi perhatian serius agar kasus serupa tidak terjadi kembali dan nantinya dapat menimbulkan kerugian kepada kepada masyarakat (KTE)

Komentar

Loading...