Resume Kajati dan BPN, Minta Cabut Gugatan

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Babak baru kasus perdata gugatan kepemilikan antara Ferry Tanaya selaku penggugat melawan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Namlea selaku tergugat satu dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku selaku tergugat kedua. Mediasi penggugat melawan tergugat dinyatakan gagal.

“Mediasi antara penggugat dan tergugat dalam perkara sengketa hak milik antara Ferry Tanaya melawan BPN dan Kejati Maluku gagal. Sidang berikutnya dilanjutkan dengan pembacaan gugatan, ” ungkap kuasa hukum Ferry Tanaya, Hendri Lusikooy, Senin, kemarin.

Menurutnya, penggugat maupun tergugat satu dan dua sama-sama tidak mendapat kata sepakat dalam mediasi. Pasalnya, dalam resume dua pihak penggugat meminta tergugat membuktikan tanah atau objek sengketa adalah tanah negara, dengan cara menunjukan buka daftar asset negara yang memuat objek sengketa adalah tanah negara.

Selain itu para tergugat diminta membuktikan dan menunjukan putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap, bahwa objek sengketa adalah tanah milik negara.

“Jika itu tidak dapat dibuktikan tergugat, maka tergugat harus mengakui bahwa objek sengketa adalah milik Ferry Tanaya. Dan para tergugat diharuskan membayar ganti rugi kepada Ferry Tanaya sebesar Rp10 miliar, ” beber Lusikooy.

Sedangkan pihak BPN Namlea dalam resumenya menjelaskan BPN Namlea telah bekerja sesuai prosedur, dan persoalan pidana yang melilit penggugat terkait objek sengketa bukanlah tanggung jawab BPN Namlea. Dan pihak BPN Namlea meminta penggugat untuk mencabut gugatannya.

Hal yang sama juga disampaikan Kejati Maluku, dalam resume mereka. Pihak Kejati Maluku mengungkapkan, dalam proyek pembangunan PLTMG di Namlea, pihak Kejati Maluku bukan merupakan pihak yang melakukan proses pengadaan tanah. Dan pihak Kejati Maluku meminta penggugat mencabut gugatannya.

“Merujuk pada resume baik yang disampaikan tergugat satu maupun tergugat dua, maka sudah barang tentu tidak ada kata sepakat. Oleh karena itu mediasi dinyatakan gagal. Dan akan dilanjutkan dengan pembacaan gugatan, ” demikian Lusikooy.

(KT)

Komentar

Loading...