Gara-Gara Dimutasi, Danje Sebut Dirinya “Difitnah”

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON-Danje Damaling, salah satu Staf Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota, mengaku, dirinya dimutasi ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), akibat  “difitnah.”

“Saya dituduh lakukan Pungli (pengutan liar), kepada Kepala Sekolah dan Guru-guru. Fitnah itu jadi alasan saya digeser atau dimutasi dari Disdik ke Diaspora, yang dilakukan sepihak,” ungkap Damaling,  kepada wartawan,  Selasa (23/3).

Menurutnya, Pungli yang dituduhkan kepada dirinya  dilakukan kepada guru yang mengikuti program Disdikbud Kota, yakni diklat Calon Kepala Sekolah.

“Saya dituduh lakukan Pungli proses Diklat calon Kepala Sekolah,  yang akan diikuti oleh 60 guru, 31 Juli- 15 Oktober 2021 mendatang. Padahal saya tidak lakukan itu sama sekali.  Jadi saya difitnah, terkait itu,” terangnya.

Terkait itu, dia mengaku dirugikan dengan mutasi yang diberikan kepadanya dari Disdikbud Kota ke Dispora. Mestinya, untuk lakukan mutasi harus ada tahapan.  Dan , tahapan itu tidak sama sekali dilakukan.

“Kalau saya mau dipindahkan (mutasi) dari Disdikbud ke Dispora, mestinya harus ada usulan dari Dinas saya sebelumnya (Disdikbud). Tapi ini tidak, saya langsung dimutasikan sepihak, “ ujarnya.

Terpisah, salah satu guru peserta Diklat Calon Kepala Sekolah, Daniel Romeo Yangki November Samaleleway mengaku, selama berproses, bersama 59 guru lainnya tidak pernah melakukan pembayaran liar kepada Damaling atau siapapun.

“Dalam masalah ini, kami 60 guru disebut berikan sejumlah uang kepada pak Damaling, dan kami ingin tegaskan hal tersebut tidak benar, bahkan tidak pernah ada tindakan seperti itu, “ paparnya.

Selaku orang yang dipercayakan sebagai koordinator 60 guru mengikuti Diklat Calon Kepala Sekolah, dia mengaku, proses yang dilakukan tidak pernah terjadi istilah bayar-membayar diluar mekanisme.

“Selama ini saya yang mengkoordinir teman-teman lain, dan urusan kita dengan pak Damaling hanya mengkomunikasikan tentang masalah Juknis soal proses yang sedang kita jalankan. Kalau soal bayar-bayar, jujur tidak pernah sama sekali, “ tutupnya.

(KTE)

Komentar

Loading...