Dua Tersangka Temani Adik Wagub di Kasus Korupsi Speedboat MBD

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Kasus dugaan korupsi pengadaan empat unit speedboat di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dengan kerugian negara senilai Rp 1 miliar lebih tidak hanya menyeret nama Desianus Orno alias Odie Orno sebagai tersangka. 

Namun, informasi yang dihimpun Kabar Timur, terdapat dua nama yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka menemani adik dari wakil gubernur Maluku itu. Kedua tersangka itu adalah: Margareth Simarauw pimpinan CV Triputra Fajar selaku perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). 

“Untuk kasus ini sudah ada tiga tersangka. Tapi yang baru diperiksa hanya tersangka Odie Orno,” kata sumber Kabar Timur, Senin (22/3). 

Ditanya soal kapan pemeriksaan terhadap dua tersangka lain itu, sumber itu, belum beberkan pasti. Namun, kata dia, pihak penyidik telah agendakan untuk pemeriksaan saksi guna merampungkan berkas dari dua tersangka tersebut. 

Dirkrimsus Polda Maluku, Kombes Pol Eko Santoso yang dihubungi Kabar Timur seputar informasi adanya dua tersangka lain, belum mau berkomentar banyak. “Tanyakan langsung ke penyidiknya,” kata Eko singkat. Dia mengaku, semuanya nanti ditanyakan sama penyidik yang menangani kasus tersebut. 

Sebelumnya, delapan jam diperiksa Desianus Orno alias Odie Orno tersangka korupsi empat unit speedboad itu tidak ditahan.  Proyek pengadaan Speedboat tahun 2015 Rp1,5 miliar, di Dinas Perhubungan dan Infokom, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), akhirnya menyeret adik kandung Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno itu,  sebagai salah satu tersangkanya.

Tersangka Odie Orno begitu sapaan akrabnya, Senin, 8 Maret 2021, kemarin diperiksa, tim penyidik Reskrimsus Polda Maluku, yang dipimpin Kasubdit 3 Kompol Gerald Wattimena. Delapan jam mantan Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom MBD itu dicecar penyidik, di Markas Reskrimsus Polda di kawasan Mangga Dua, Ambon.

Meski diperiksa selama delapan jam, Odie Orno tidak ditahan.  Tidak ditahan tersangka, dibenarkan, Direskrimsus Polda Maluku Kombes Polisi Eko Santoso.  Kendati begitu, Eko tidak ada menjelaskan rinci terkait tidak ditahannya tersangka dugaan korupsi itu.

Di kasus ini, pengadaan empat speedboad ini, penyidik baru menetapkan satu tersangka, yakni Odie Orno.  Kemungkinan bakal ada tersangka lain, selain Odie Orno, juga terbuka.  Namun Kombes Eko, belum memastikan adanya tersangka baru di kasus yang menyeret adik kandung Wakil Gubernur Maluku itu.

Tersangka Odie diperiksa, sejak pukul 10.00 WIT  dan berakhir 18.00 WIT, jelang Magrib.  Odie diperiksa sebagai tersangka yang telah ditetapkan penyidik 12 Januari 2021 lalu. Dalam pemeriksaan perdana Odie didampangi kuasa hukumnya Firel Sehatapy.

Usai diperiksa Odie langsung menuju ke mobil warna hitam yang menantinya. Mobil berplat nomor: DE 1214 AI, langsung tancap gas, begitu Odie  yang berkemeja kotak-kotak biru putih dan celana hitam masuk mobil. (KTY)

Komentar

Loading...